loader image

Manusmara Hadirkan “MANUSIA / BIDADARI”: Merawat Kehilangan Dalam Sunyi

•

Single Ketiga Menuju Album Kedua “Perjalanan Asing Sepasang Terikat”

Manusmara kembali melanjutkan perjalanan menuju album kedua mereka dengan merilis single terbaru berjudul “Manusia / Bidadari” pada 1 Mei 2026. Lagu ini menjadi rilisan ketiga setelah dua single sebelumnya yang lebih banyak berbicara tentang bertahan dan proses pemulihan diri.

Kali ini, Manusmara membawa pendengar masuk ke ruang yang lebih dalam dan sunyi tentang kehilangan yang tidak pernah benar-benar selesai.


Refleksi Kehilangan yang Tetap Tinggal

“Manusia / Bidadari” lahir dari pertanyaan yang sering kali dipendam: bagaimana cara melepaskan seseorang yang sudah pergi, tetapi jejaknya masih hidup dalam diri kita?

Lagu ini menggambarkan seseorang yang tetap hidup berdampingan dengan kenangan. Sosok yang pernah hadir bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan sesuatu yang masih membentuk cara kita merasa, berpikir, dan bertahan.

Melalui lirik seperti:

“aku ini manusia, dan kau bidadari di atas sana”

Manusmara menghadirkan jarak yang begitu manusiawi antara yang masih ada dan yang telah pergi. Namun, alih-alih meratapi, lagu ini memilih jalur penerimaan yang pelan dan jujur.


Kenangan Sebagai Penjaga, Bukan Beban

Alih-alih melihat kehilangan sebagai sesuatu yang harus dilupakan, “Manusia / Bidadari” justru menawarkan sudut pandang berbeda: bahwa kenangan bisa menjadi pelindung.

Baris seperti:

“Cerita itu menjagaku / dari perih yang mengalun”

menjadi inti dari lagu ini—bahwa memori tidak selalu menyakitkan. Dalam bentuk tertentu, ia bisa menjadi tempat pulang, sekaligus kekuatan untuk tetap melangkah.

Lagu ini tidak mencoba memberikan jawaban pasti tentang kehilangan. Manusmara hanya membuka ruang membiarkan pendengar merasakan dan memahami emosi mereka sendiri tanpa tekanan untuk segera pulih.


Pendekatan Musikal yang Lebih Kontemplatif

Secara musikal, “Manusia / Bidadari” hadir dalam balutan alternative rock yang lebih tenang dan reflektif.

Tidak ada ledakan emosi yang tergesa-gesa. Lagu ini berkembang perlahan, membiarkan setiap lapisan emosi mengendap sebelum akhirnya mengalir. Pendekatan ini menjadikannya sebagai titik napas dalam rangkaian perjalanan album yang emosional.

Atmosfer yang dibangun terasa intim seolah mengajak pendengar duduk sendiri, menatap kenangan, dan berdamai dengan apa yang tidak bisa diubah.


Menuju Album Kedua yang Lebih Personal

Sebagai bagian dari album kedua bertajuk “Perjalanan Asing Sepasang Terikat”, single ini mempertegas arah musikal Manusmara yang semakin personal dan introspektif.

Jika rilisan sebelumnya berbicara tentang bertahan dan pulih, maka “Manusia / Bidadari” adalah fase menerima bahwa tidak semua kehilangan harus diselesaikan. Beberapa cukup dirawat, dan dibiarkan tetap hidup dalam cara yang berbeda.


Tentang Manusmara

Manusmara adalah proyek kolaborasi antara Surya Noviand dan Gangga Yudhistira. Keduanya membawa latar belakang musikal yang berbeda, yang kemudian melebur menjadi karya dengan karakter reflektif dan emosional.

Surya dikenal dengan pendekatan produksi yang intim dan personal, sementara Gangga membawa eksplorasi lintas-genre yang lebih dinamis. Pertemuan ini menciptakan ruang kreatif yang unik di mana pengalaman, rasa, dan gagasan diolah menjadi karya yang jujur dan relevan.


Dengarkan & Ikuti Manusmara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *