Malang Creative Fusion Dorong Aktivasi Ruang Kota Lewat Immersive Art, Projection Mapping, dan Kolaborasi Komunitas
Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation menjadi langkah baru dalam perkembangan ekosistem kreatif Kota Malang. Digagas oleh Malang Creative Fusion atau MCF, kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Taman Spiral sebagai bentuk aktivasi ruang publik berbasis media arts dan eksplorasi artistik ruang kota.
Berbeda dari event hiburan konvensional, Road to Malang Menyala hadir sebagai ruang eksperimental yang menggabungkan immersive visual, projection mapping, ambient music, media arts, hingga pendekatan artistik terhadap “negative space” di area taman kota. Aktivasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman ruang publik yang lebih hidup, reflektif, dan terbuka bagi interaksi kreatif masyarakat.
Momentum ini juga menjadi penanda lahirnya Malang Media Arts Community, sebuah ruang kolaboratif baru bagi pelaku visual, multimedia, teknologi kreatif, immersive art, projection mapping, hingga eksperimen media digital di Kota Malang dan sekitarnya.
Aktivasi Ruang Kota sebagai Identitas Kreatif Baru
Melalui kegiatan ini, MCF ingin menunjukkan bahwa ruang kota tidak hanya berfungsi sebagai area transit atau fasilitas publik semata, tetapi juga dapat menjadi medium ekspresi kreatif dan interaksi budaya.
Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, menyampaikan bahwa kota kreatif lahir dari keterlibatan masyarakat dalam menghidupkan ruangnya sendiri.
“Kota kreatif bukan hanya tentang membangun gedung, tetapi bagaimana ruang kota bisa hidup oleh kreativitas masyarakatnya. Taman, sudut kota, dan ruang-ruang negative space harus mulai diaktivasi menjadi ruang seni, ruang interaksi, dan ruang masa depan.”
Ia juga menambahkan bahwa Road to Malang Menyala merupakan gerakan kecil yang diharapkan mampu memantik energi kreatif yang lebih besar di masa mendatang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa media arts bisa hadir langsung di ruang publik, dekat dengan masyarakat, dan menjadi identitas baru Kota Malang sebagai kota kreatif dunia bidang Media Arts.”
Dukungan Komunitas Kreatif Nasional dan UNESCO Media Arts
Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak yang selama ini aktif mendorong perkembangan ekosistem kreatif di Indonesia.
Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief H, menyebut aktivasi ruang publik oleh komunitas sebagai fondasi penting dalam membangun kota kreatif yang hidup.
“Aktivasi ruang publik oleh komunitas adalah fondasi penting dalam membangun kota kreatif yang hidup. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat hadir langsung di tengah masyarakat dan memperkuat identitas kota.”
Sementara itu, Amar Alphabet menegaskan bahwa media arts tidak hanya berbicara soal teknologi visual, tetapi juga hubungan baru antara masyarakat dan ruang kota.
“Media arts bukan hanya tentang teknologi visual, tetapi tentang bagaimana kreativitas bisa membangun hubungan baru antara masyarakat, ruang kota, dan masa depan budaya digital.”
Pemerintah Kota Malang Beri Dukungan
Pemerintah Kota Malang turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif komunitas kreatif yang mampu menghadirkan aktivitas budaya dan teknologi secara kolaboratif di ruang publik.
Wahyu Hidayat menyampaikan dukungannya terhadap gerakan komunitas yang menghidupkan ruang publik secara positif, kreatif, dan tetap memperhatikan keberlanjutan ruang kota serta keterlibatan masyarakat.
Kolaborasi antara komunitas kreatif, pegiat budaya, teknologi, hingga berbagai elemen pendukung lainnya menjadi salah satu fondasi utama dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Diawali dengan Aksi Sosial dan Kepedulian Ruang Publik
Tidak hanya menghadirkan aktivasi visual immersive, Road to Malang Menyala juga diawali dengan kegiatan bersih-bersih taman sebagai simbol kepedulian komunitas terhadap ruang publik kota.
Aksi ini menjadi representasi bahwa kreativitas tidak hanya hadir dalam bentuk karya visual, tetapi juga dalam upaya merawat ruang bersama agar tetap hidup, aman, dan nyaman digunakan masyarakat.
MCF berharap gerakan ini dapat memicu lahirnya lebih banyak aktivasi kreatif di taman kota, ruang publik, dan berbagai “negative space” lainnya di kawasan Malang Raya.
Tentang Malang Creative Fusion (MCF)
Malang Creative Fusion merupakan inisiatif kolaboratif yang bergerak dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas di Kota Malang. Melalui berbagai program lintas disiplin, MCF aktif mendorong kolaborasi antara pelaku kreatif, teknologi, budaya, hingga media arts untuk menghadirkan ruang kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
, , , , ,, , , ,







Leave a Reply