loader image

Billy Taner & SONAR Rilis Album Perdana “SONAR Compilation Album Vol. 1”, Ajakan Menghidupkan Kembali Dance Floor Indonesia

•

“Sudah Saatnya Lantai Dansa Kembali Berdansa”

Pasca pandemi Covid-19, lanskap klub malam dan musik elektronik di Indonesia mengalami perubahan besar. Banyak ruang independen yang perlahan hilang, menyisakan hanya segelintir pelaku dengan sumber daya besar untuk tetap bertahan. Di tengah perubahan tersebut, skena elektronik lokal juga menghadapi tantangan baru: homogenisasi musik dan pengalaman clubbing yang semakin seragam.

Keresahan inilah yang kemudian melahirkan SONAR, sebuah movement DJ dan produser yang digagas oleh Billy Taner, eks personel Weird Genius, sebagai ruang alternatif untuk menghidupkan kembali semangat dance floor yang lebih bebas, eksploratif, dan organik.

Kini, setelah aktif membangun komunitas dan menggelar berbagai event sejak 2024, SONAR resmi memperkenalkan rilisan perdana mereka bertajuk “SONAR Compilation Album Vol. 1”, sebuah album kompilasi berisi 13 trek lintas subgenre EDM yang menjadi representasi identitas kolektif mereka.

Album ini resmi dirilis di seluruh platform streaming digital mulai 2 Mei 2026.


SONAR: Gerakan Baru di Tengah Homogenitas Skena EDM

Berbeda dari kolektif elektronik pada umumnya, SONAR lahir bukan sekadar sebagai wadah performatif, melainkan sebagai gerakan kreatif yang ingin mengembalikan pengalaman dance floor menjadi lebih emosional, eksploratif, dan personal.

Di tengah dominasi formula musik elektronik yang cenderung repetitif dan mengikuti tren pasar, SONAR memilih untuk menghadirkan ruang bagi produser dan DJ dengan karakter yang lebih beragam.

Melalui program rutin bertajuk “Make EDM Dance Again”, kolektif berisi 12 DJ dan produser ini secara konsisten membangun kultur alternatif yang menempatkan musik elektronik bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga medium ekspresi artistik.

“SONAR Compilation Album Vol. 1” menjadi manifestasi paling utuh dari visi tersebut.


13 Track, 13 Identitas, Satu Frekuensi

Album ini memuat 13 lagu dengan spektrum sound yang luas mulai dari Progressive House, Electro House, Big Room House, Bass House, hingga Trap.

Tidak hanya menghadirkan nama-nama yang sudah dikenal seperti Billy Taner, Dimaz Andrean, ROOKIE, dan Your Future Husband, album ini juga menjadi ruang debut bagi sejumlah talenta baru dalam ekosistem SONAR.

Billy Taner & ROOKIE — “Almost Us”

Album dibuka lewat “Almost Us”, kolaborasi Billy Taner dan ROOKIE yang memadukan progressive house dengan sentuhan melodic dubstep.

Nuansa melankolis dalam lirik berpadu dengan beat euphoric yang tetap mengajak berdansa, menjadi pengantar emosional bagi keseluruhan album.


Dimaz Andrean — “Midnight Paradox”

Dimaz Andrean menghadirkan trek penuh energi dengan kick solid dan hook hipnotik yang dirancang untuk menarik pendengar semakin larut ke dance floor.

“Midnight Paradox” juga menjadi refleksi perjalanan musikal Dimaz yang terus berevolusi di tengah kontradiksi skena elektronik modern.


Your Future Husband feat. Nicole Robertson — “Obsessed”

Trio Your Future Husband bersama Nicole Robertson membawa pendekatan progressive house yang lebih personal dan melodik.

“Obsessed” menjadi representasi eksplorasi identitas musikal mereka sekaligus penegasan bahwa karya elektronik tetap bisa terasa intim dan emosional.


Y-Ji feat. Chop Guapo — “Feel Nothin’”

Mencampurkan hip-hop, trap, dan house, “Feel Nothin’” berbicara tentang proses bangkit setelah keterpurukan.

Lagu ini juga memperlihatkan transformasi Y-Ji sebagai produser yang kini tampil lebih berani dengan identitas elektroniknya sendiri.


Burnhaze & Billy Taner — “Higher”

“Higher” menghadirkan nuansa festival anthem dengan drop eksplosif dan elemen melodik yang lebih organik.

Kolaborasi ini menjadi simbol energi kolektif SONAR yang tidak sekadar mengejar sound viral, tetapi juga membangun koneksi emosional di dance floor.


LENN — “Nothing to Lose”

DJ asal Belanda, LENN, menjadi kontribusi internasional dalam album ini lewat “Nothing to Lose”.

Menggabungkan akar Big Room, techno, dan progressive house, lagu ini hadir sebagai pernyataan idealisme sekaligus pengingat terhadap identitas awal EDM festival culture.


XORA feat. Alya — “Void”

“Void” lahir dari keresahan XORA terhadap skena yang semakin didominasi tren FOMO.

Dengan pendekatan trap dan dubstep, lagu ini menghadirkan dua sisi emosional sekaligus: melankolis dan uplifting dalam satu komposisi yang dinamis.


ROOKIE — “Thinking of Me”

Kembali tampil solo, ROOKIE menghadirkan perpaduan shutter house, speed house, dan melancholic house lewat vokal repetitif yang mudah melekat.

Lagu ini tetap membawa energi festival khas SONAR tanpa kehilangan sisi emosionalnya.


VIEZ — “Tension”

VIEZ debut lewat “Tension”, sebuah big room anthem yang dibangun melalui struktur drop bertahap dan intensitas festival-ready.

Lagu ini dirancang untuk memicu ledakan energi langsung di lantai dansa.


Dylan Kenneth — “Hold Me”

Mengusung bass house bernuansa nostalgik dengan sentuhan 8-bit, Dylan Kenneth menghadirkan refleksi personal tentang pencarian identitas di tengah tren mainstream elektronik saat ini.


QuickBuck — “Sacrifice”

QuickBuck menunjukkan sisi eksploratifnya lewat house music yang berbeda dari karakter speed house yang biasa ia bawakan.

“Sacrifice” menjadi penanda versatilitas musikalnya di dalam kolektif SONAR.


Echobee — “Do My Thing”

Memasuki trek ke-12, Echobee membawa nuansa melodic techno yang lebih atmosferik dan emosional.

“Do My Thing” memperluas spektrum suara album dengan groove yang lebih dalam dan reflektif.


Alya, QuickBuck & Y-Ji — “Summer Loving”

Album ditutup oleh Alya bersama QuickBuck dan Y-Ji melalui anthem summer bertajuk “Summer Loving”.

Dengan hook yang catchy, beat yang hipnotik, dan nuansa euphoric khas festival EDM, lagu ini menjadi penutup yang ringan namun tetap emosional.


Lebih dari Album, SONAR Adalah Movement

Melalui “SONAR Compilation Album Vol. 1”, SONAR tidak hanya merilis kumpulan lagu elektronik, tetapi juga membangun pernyataan kolektif tentang bagaimana musik dance seharusnya kembali terasa hidup, bebas, dan manusiawi.

Album ini menjadi refleksi atas keresahan, idealisme, dan evolusi para produser di dalamnya — menghadirkan alternatif di tengah homogenitas skena EDM Indonesia saat ini.

Sebagai bagian dari perilisan album, SONAR juga menggelar album release party di Bengkel SCBD yang sekaligus menjadi awal dari rangkaian tur promosi hingga akhir Juni 2026.

Informasi mengenai jadwal dan kota tur akan diumumkan dalam waktu dekat.


Informasi Album

Detail Rilisan

  • Judul Album: SONAR Compilation Album Vol. 1
  • Artis: Billy Taner & SONAR
  • Tanggal Rilis: 2 Mei 2026
  • Genre: EDM / Progressive House / Electro House / Big Room / Trap / Bass House
  • Platform: Seluruh DSP


Streaming Album dan Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *