loader image

Glassmouth Umumkan Album Baru “MONOLITH”, Ledakan Chaotic Hardcore dan Mathcore dari Singapura

•

Unit chaotic hardcore/mathcore asal Singapura, Glassmouth, resmi mengumumkan album terbaru mereka bertajuk “MONOLITH” yang akan dirayakan melalui album launch gig pada 18 Juli 2026 di Wire Entertainment, Singapura.

Dikenal sebagai salah satu nama paling eksplosif dalam skena chaotic hardcore Asia Tenggara, Glassmouth kembali membawa pendekatan musikal yang abrasif, kompleks, dan emosional lewat rilisan yang mereka sebut sebagai karya paling manusiawi sekaligus paling tidak terduga sejauh ini.

Album ini bergerak di antara chaotic hardcore, metalcore, dan mathcore, dipenuhi struktur lagu yang tidak stabil, ledakan emosional, hingga elemen sinematik bernuansa sci-fi yang memperluas identitas musikal mereka jauh melampaui rilisan sebelumnya.


“MONOLITH”: Tentang Kehilangan, Keterasingan, dan Harapan di Tengah Kekosongan

Di balik agresivitas soniknya, “MONOLITH” dibangun di atas narasi yang sangat personal.

Menggunakan latar planet jauh, sinyal alien, dan bintang yang runtuh sebagai metafora, album ini berbicara tentang kehilangan koneksi, keterasingan emosional, dan perlahan kehilangan diri sendiri setelah seseorang pergi.

Alih-alih menggunakan sci-fi sebagai bentuk pelarian, Glassmouth justru menjadikannya simbol dari kehancuran relasi manusia dan kesunyian yang muncul setelahnya.

“Monolith is us at our most unpredictable and most human.”

Tema tersebut diterjemahkan melalui atmosfer yang penuh tekanan sekaligus melankolis. Ada momen ketika album terdengar seperti kereta barang menghantam hutan, lalu tiba-tiba berubah menjadi ruang sunyi yang dingin dan emosional.

Glassmouth memosisikan “MONOLITH” sebagai karya tentang mencari harapan ketika seseorang merasa terdampar — secara fisik, emosional, maupun spiritual.


Memperluas Sound Chaotic Hardcore dengan Elemen Sci-Fi dan Orkestral

Secara musikal, “MONOLITH” masih berakar kuat pada chaotic hardcore dan mathcore yang selama ini menjadi identitas utama Glassmouth. Namun kali ini mereka memperluas palet suara secara signifikan.

Elemen sound design sci-fi, tekstur alien, ambience atmosferik, hingga lapisan orkestral hadir di berbagai bagian album tanpa menghilangkan kekacauan khas mereka.

Pengaruh band-band seperti The Dillinger Escape Plan, Botch, hingga The Callous Daoboys masih terasa kuat, namun Glassmouth juga menyebut inspirasi visual dan emosional dari serial seperti Trigun Stampede dan Arcane sebagai referensi penting dalam membangun dinamika album.

Beberapa lagu bahkan disusun dengan pendekatan seperti trailer anime: membangun ketegangan perlahan sebelum akhirnya runtuh dalam ledakan chaos.


Dari Scene Metal Singapura Menuju Identitas Sendiri

Glassmouth terbentuk pada 2014, dengan formasi yang mulai stabil pada 2017.

Para personelnya berasal dari gelombang skena metal dan deathcore Singapura era 2010–2014, sebuah periode ketika musik berat lokal didominasi deathcore dan metal modern sebelum banyak band akhirnya bubar atau vakum.

Di tengah runtuhnya skena tersebut, Glassmouth justru lahir sebagai bentuk resistensi sekaligus evolusi musikal.

Mereka menolak mengikuti tren kontemporer maupun estetika yang sedang populer. Sebaliknya, Glassmouth memilih membangun suara yang liar, tidak nyaman, dan sangat personal.

Pendekatan itu membuat mereka perlahan dikenal sebagai salah satu unit chaotic hardcore paling unik di Asia Tenggara.


Pernah Tampil di Baybeats dan Menjalani Tur Jepang

Sejak terbentuk, Glassmouth telah memainkan berbagai pertunjukan di Singapura dan terus memperkuat identitas musikal mereka.

Mereka juga tampil di Baybeats 2018 serta menjalani tur Jepang kedua pada 2019 setelah sebelumnya mengunjungi Jepang pada 2016.

Tur tersebut berlangsung setelah perilisan materi seperti Observer dan reissue album penuh Kill Yourself, yang semakin memperluas nama mereka di skena underground Asia.


“MONOLITH” Album Launch Gig Digelar Juli 2026

Perayaan perilisan “MONOLITH” akan berlangsung pada:

MONOLITH — Album Launch Gigs

  • Tanggal: 18 Juli 2026
  • Venue: Wire Entertainment, Singapura

Opening Acts

  • 7 Nights At Sea
  • Crumble Like Statues
  • Eden Eyes
  • HBMH Creation

Tracklist “MONOLITH”

  1. Lithobraking
  2. Beyond the Aquila Rift
  3. Deadfall
  4. Bleeding Citadel
  5. The Very Pulse of the Machine
  6. The Final Death Throes of the Universe
  7. Signals
  8. Glass Rain
  9. Saturnian Sky Funeral
  10. Trapped Outside
  11. Interlude
  12. Ending

Tentang Glassmouth

Glassmouth adalah unit chaotic hardcore/mathcore asal Singapura yang dikenal lewat pendekatan musikal kompleks, agresif, dan emosional.

Menggabungkan pengaruh dari The Dillinger Escape Plan, Botch, Mr. Bungle, hingga Radiohead, Glassmouth membangun karakter musik yang bergerak antara kekacauan ekstrem dan atmosfer melankolis yang sinematik.

Band ini terdiri dari:

  • R — Lead Vocals
  • C — Guitar, Vocals
  • L — Bass
  • J — Drums

Sejak terbentuk pada 2014, Glassmouth terus berkembang sebagai salah satu nama penting dalam skena chaotic hardcore Asia Tenggara.

Glassmouth sudah mengeluarkan 2 Album dan 3 EP

  • Kill Yourself (2019) Album
  • Flatliner (2023) Album
  • Observer (2018) EP
  • 8th Passenger = Death (2022) EP
  • Wilderbeast (2023) EP

Streaming Platform & Sosial Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *