Pendatang baru di skena musik independen Indonesia, Synthetics, resmi memperkenalkan identitas musikal mereka melalui single perdana berjudul “Semua Tak Sama” yang dirilis pada 4 Oktober 2025. Mengusung warna musik pop yang emosional dan reflektif, lagu ini menjadi langkah awal perjalanan Synthetics dalam menyampaikan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari tema penyesalan dan kontemplasi, “Semua Tak Sama” mencoba mengajak pendengar menyelami perasaan kehilangan, perubahan, serta pertanyaan yang sering muncul ketika menghadapi sesuatu yang telah rusak dalam hidup.
“Semua Tak Sama”, Refleksi Tentang Kehilangan dan Penyesalan

Melalui single debutnya, Synthetics mengangkat narasi yang sederhana namun relevan bagi banyak orang. Lagu ini berbicara tentang momen ketika seseorang menyadari bahwa keadaan tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Perubahan yang terjadi meninggalkan ruang kosong, menghadirkan penyesalan sekaligus refleksi mengenai keputusan-keputusan yang telah diambil di masa lalu.
Di balik liriknya, tersimpan pertanyaan yang menjadi inti pesan lagu:
“Tapi apakah yang telah hancur, bisa kembali berarti?”
Kalimat tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan keseluruhan emosi dalam lagu. Sebuah pertanyaan yang tidak selalu memiliki jawaban pasti, namun mampu membuka perspektif baru bagi setiap pendengar yang pernah mengalami kehilangan atau kegagalan.
Menghadirkan Pop yang Emosional dan Dekat dengan Pendengar
Secara musikal, “Semua Tak Sama” hadir dalam balutan pop modern yang mudah diterima namun tetap menyimpan nuansa emosional yang kuat.
Synthetics tidak hanya berusaha menghadirkan melodi yang nyaman didengar, tetapi juga menciptakan ruang bagi pendengar untuk merenungkan pengalaman mereka sendiri.
Pendekatan tersebut membuat lagu ini terasa personal sekaligus universal, memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menemukan makna yang berbeda di dalamnya.
Debut yang Menandai Awal Perjalanan Synthetics
Terbentuk pada 23 Februari 2023, Synthetics merupakan band pop asal Jakarta yang terdiri dari lima personel:
- Njet – Guitar & Vocal
- Fachri – Lead Guitar
- Alkan – Bass
- Aeng – Drum
- Axel – Keyboard
Dengan latar belakang musikal yang beragam, Synthetics berupaya menghadirkan musik pop yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan dan emosi yang dapat terhubung dengan pendengarnya.
“Semua Tak Sama” menjadi fondasi awal yang memperkenalkan karakter musikal mereka sekaligus membuka jalan bagi karya-karya berikutnya.
Artwork yang Merepresentasikan Makna Lagu
Artwork single “Semua Tak Sama” tampil dengan dominasi warna oranye hangat yang kontras dengan nuansa emosional yang diangkat dalam lagu.
Visual ilustratif yang sederhana namun penuh simbol menggambarkan perjalanan refleksi dan penyesalan yang menjadi tema utama rilisan ini. Kehadiran elemen-elemen abstrak dan figur kecil dalam artwork memberikan ruang interpretasi yang luas, sejalan dengan pesan lagu yang mengajak pendengar menemukan makna mereka sendiri.
Tentang Synthetics
Synthetics adalah band pop asal Jakarta yang terbentuk pada 23 Februari 2023. Band ini beranggotakan Fachri (Lead Guitar), Njet (Guitar/Vocal), Alkan (Bass), Aeng (Drum), dan Axel (Keyboard).
Mengusung musik pop dengan pendekatan emosional dan reflektif, Synthetics berfokus pada penyampaian cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui karya-karyanya, mereka berupaya menghadirkan pengalaman mendengarkan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenung dan menemukan perspektif baru.
Single debut mereka, “Semua Tak Sama”, menjadi langkah awal dalam perjalanan musikal yang menjanjikan di skena musik independen Indonesia.
Sosial Media dan Streaming Synthetics
-
- Instagram: @the.syntetics
- Spotify: https://open.spotify.com/track/5djEuwVI32p30cVFnjHTU8







Leave a Reply