loader image

STONE OCEAN Rilis EP Perdana “Echoes of Eternity”, Eksplorasi Gelap tentang Waktu, Ketakutan, dan Kebangkitan

•

Skena musik underground Indonesia kembali kedatangan amunisi baru dari Kalimantan Timur. Unit stoner doom metal asal Samarinda, STONE OCEAN, resmi merilis EP perdana mereka bertajuk Echoes of Eternity pada 20 April 2026.

Menjadi tonggak awal perjalanan mereka, rilisan ini menghadirkan tiga komposisi yang memadukan elemen stoner rock, doom metal, sludge metal, dan heavy metal dalam satu kesatuan narasi yang gelap, reflektif, dan penuh atmosfer.

Dengan tempo lambat, riff-riff berat, serta nuansa suram yang khas, Echoes of Eternity menjadi perkenalan yang kuat terhadap identitas musikal STONE OCEAN sekaligus menandai langkah awal mereka di kancah musik independen Indonesia.


Echoes of Eternity, Sebuah Perjalanan Melawan Ketakutan dan Masa Lalu

EP debut ini berisi tiga lagu yang saling terhubung secara konseptual:

  • Trapped in Time
  • Whisper Memories
  • Fight Fear

Ketiga lagu tersebut membentuk satu alur cerita yang menggambarkan perjalanan seseorang yang terjebak dalam waktu, dihantui ketakutan masa lalu, hingga akhirnya menemukan keberanian untuk bangkit dan menghadapi semuanya.

Alih-alih berdiri sebagai lagu-lagu yang terpisah, STONE OCEAN merancang keseluruhan EP sebagai sebuah karya naratif yang utuh. Setiap trek menjadi bagian dari perjalanan emosional yang terus berlanjut dari awal hingga akhir.

Pendekatan tersebut membuat Echoes of Eternity terasa seperti satu komposisi panjang yang dibagi menjadi tiga babak berbeda.


Atmosfer Berat yang Terinspirasi dari Para Raksasa Stoner dan Doom Metal

Secara musikal, STONE OCEAN mengusung perpaduan antara berbagai elemen musik berat yang selama ini menjadi fondasi skena stoner dan doom metal dunia.

Pengaruh kuat dari nama-nama seperti:

  • Black Sabbath
  • Sleep
  • Electric Wizard
  • Weedeater
  • Bongzilla
  • Eyehategod
  • Melvins
  • Kyuss

terasa jelas dalam karakter musik yang mereka bangun.

Riff gitar yang tebal, distorsi penuh tekanan, groove lambat yang menghanyutkan, serta nuansa sludge yang kotor menjadi elemen utama yang mendominasi keseluruhan EP.

Namun di balik beratnya aransemen tersebut, STONE OCEAN tetap menyisipkan pendekatan artistik yang berfokus pada refleksi diri dan pencarian makna kehidupan.


Tiga Lagu yang Terhubung Menjadi Satu Kesatuan Cerita

Salah satu daya tarik utama Echoes of Eternity terletak pada konsep liriknya.

Setiap lagu memiliki hubungan yang erat dengan lagu berikutnya sehingga menciptakan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam.

Trapped in Time

Lagu pembuka ini menjadi titik awal perjalanan karakter utama yang terjebak dalam ruang dan waktu. Ketidakmampuan untuk melepaskan masa lalu menjadi tema utama yang mendominasi lagu ini.

Whisper Memories

Memasuki trek kedua, karakter mulai berhadapan dengan kenangan-kenangan yang terus menghantui pikirannya. Bisikan masa lalu menjadi simbol dari luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Fight Fear

Sebagai penutup, Fight Fear menjadi klimaks dari keseluruhan cerita. Lagu ini menggambarkan keberanian untuk melawan ketakutan, menerima kenyataan, dan melangkah menuju fase kehidupan yang baru.


Diproduksi Secara Mandiri Bersama Plus Minus Studio

Proses pengerjaan Echoes of Eternity berlangsung sejak Januari hingga April 2026.

Seluruh materi dikerjakan secara kolektif oleh personel STONE OCEAN:

  • Archie
  • Catur
  • Firas

Dalam proses produksi, mereka juga bekerja sama dengan Indra Kesuma sebagai Sound Engineer dari Plus Minus Studio.

Kolaborasi tersebut menghasilkan karakter suara yang mampu menangkap esensi stoner dan doom metal secara maksimal, tanpa kehilangan detail atmosfer yang ingin disampaikan dalam setiap lagu.


Awal Perjalanan Panjang STONE OCEAN

Bagi STONE OCEAN, Echoes of Eternity bukanlah tujuan akhir.

EP ini justru menjadi titik awal dari perjalanan mereka dalam menciptakan karya-karya yang lebih besar di masa mendatang.

Melalui rilisan perdana ini, mereka berharap para pendengar dapat menikmati musik tanpa batasan interpretasi.

Setiap orang bebas menemukan makna mereka sendiri dari lagu-lagu yang disajikan.

Karena bagi STONE OCEAN, musik adalah medium untuk berbagi pengalaman, emosi, dan perspektif kehidupan yang dapat diterjemahkan secara berbeda oleh setiap individu.


Nama STONE OCEAN dan Awal Mula Terbentuknya Band

STONE OCEAN berawal sebagai proyek personal atau “project egois” milik Archie pada tahun 2024.

Setelah melewati berbagai dinamika dan pergantian personel, Archie akhirnya menemukan rekan yang memiliki visi musikal serupa, yakni:

  • Catur (Guitar)
  • Firas (Drum)

Nama STONE OCEAN sendiri terinspirasi dari salah satu arc dalam serial anime legendaris JoJo’s Bizarre Adventure, yang dikenal memiliki tema perjuangan, kebebasan, dan pencarian jati diri.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik yang mereka ciptakan hari ini.


Membawa Warna Stoner Doom Metal dari Samarinda

Di tengah dominasi berbagai genre modern yang semakin beragam, STONE OCEAN hadir membawa pendekatan musik berat yang berakar pada tradisi stoner, doom, sludge, dan metal klasik.

Dengan identitas yang kuat serta visi musikal yang jelas, mereka berupaya menghadirkan warna baru dari Samarinda untuk skena underground Indonesia.

Echoes of Eternity menjadi bukti pertama dari perjalanan tersebut.

Sebuah karya yang lahir dari kegelisahan, refleksi, dan kecintaan terhadap musik berat yang sarat atmosfer.


Tentang STONE OCEAN

STONE OCEAN merupakan unit stoner doom sludge metal asal Samarinda yang terbentuk pada tahun 2024.

Awalnya lahir sebagai proyek personal Archie, band ini kemudian berkembang menjadi trio yang diperkuat oleh Catur dan Firas.

Mengusung pengaruh dari Black Sabbath, Sleep, Electric Wizard, Weedeater, Bongzilla, Eyehategod, Melvins, hingga Kyuss, STONE OCEAN menghadirkan perpaduan musik berat dengan pendekatan atmosferik yang kuat.

Melalui karya-karyanya, mereka berusaha menciptakan identitas unik yang merepresentasikan perjalanan hidup, refleksi diri, dan eksplorasi sisi gelap manusia.

Personel STONE OCEAN

  • Archie — Vocal & Bass
  • Catur — Guitar
  • Firas — Drum

Streaming dan Sosial Media STONE OCEAN

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *