loader image

Hyndia Rilis Interpretasi Baru “Jangi Janger”, Hadirkan Napas Folk-Rock untuk Lagu Tradisional Bali

•

Band folk-rock asal Purwokerto, Hyndia, kembali menghadirkan karya terbaru melalui interpretasi lagu tradisional Bali legendaris, “Jangi Janger”, yang resmi dirilis pada 16 Juni 2026 di seluruh platform musik digital.

Lebih dari sekadar mengaransemen ulang lagu daerah, perilisan ini menjadi bentuk penghormatan Hyndia terhadap kekayaan budaya Bali sekaligus upaya memperkenalkan warisan musik tradisional Indonesia kepada generasi pendengar masa kini.

Melalui sentuhan folk-rock yang hangat, Hyndia berusaha menjaga esensi asli “Jangi Janger” tanpa menghilangkan identitas budaya yang telah melekat selama puluhan tahun.


Menghidupkan Kembali Warisan Musik Bali

“Jangi Janger” merupakan karya I Gede Dharna, salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik Bali. Lagu ini telah lama menjadi bagian dari identitas budaya Pulau Dewata dan dikenal lintas generasi.

Bagi Hyndia, membawakan lagu tersebut bukan sekadar proyek musikal, tetapi juga bentuk rasa hormat terhadap perjalanan budaya yang telah menginspirasi banyak orang.

Hubungan emosional Hyndia dengan Bali sendiri tumbuh selama beberapa tahun terakhir melalui berbagai penampilan, kolaborasi, hingga dukungan hangat dari para pendengar di Pulau Dewata.

Kedekatan inilah yang mendorong mereka menghadirkan kembali “Jangi Janger” dalam balutan aransemen baru yang tetap menghormati akar tradisinya.

“Bagi kami, ‘Jangi Janger’ bukan hanya sebuah lagu tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Bali. Kami tidak ingin mengubah esensinya, melainkan menghadirkannya kembali melalui pendekatan musikal yang lebih dekat dengan pendengar masa kini, tanpa meninggalkan akar budayanya,” ujar Aga Maulana, gitaris sekaligus penulis lagu Hyndia.


Folk-Rock Modern yang Tetap Menghormati Tradisi

Secara musikal, interpretasi terbaru ini masih mempertahankan melodi khas “Jangi Janger”, namun diperkaya dengan karakter folk dan pop alternatif yang menjadi identitas Hyndia.

Aransemen dibangun melalui kombinasi instrumen akustik, lapisan orkestral, serta sentuhan produksi modern yang membuat lagu terasa lebih segar tanpa kehilangan nuansa tradisionalnya.

Pendekatan tersebut menghadirkan keseimbangan antara unsur klasik dan kontemporer, sehingga lagu tetap relevan bagi pendengar baru sekaligus tetap akrab bagi mereka yang telah mengenalnya sejak lama.


Menjembatani Generasi Lewat Musik Tradisional

Melalui proyek ini, Hyndia berharap lagu-lagu tradisional Indonesia dapat terus hidup di tengah perkembangan musik modern.

Alih-alih mengubah identitas karya aslinya, mereka memilih menjadikan musik sebagai jembatan agar generasi muda semakin mengenal dan mengapresiasi warisan budaya Nusantara.

Perilisan “Jangi Janger” juga menjadi ungkapan terima kasih Hyndia kepada Bali yang selama beberapa tahun terakhir telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kreatif mereka.


Tentang Hyndia

Hyndia merupakan band folk-rock asal Purwokerto yang dikenal melalui karakter musik hangat, lirik reflektif, dan pendekatan penceritaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejumlah karya mereka seperti Pagi Berlabuh, Winter Song, Senandika, Tidak Semua Orang Berjuang Hingga Akhir, dan Jalan Pulang memperlihatkan konsistensi Hyndia dalam menghadirkan musik yang berbicara tentang kehidupan, harapan, perjuangan, dan pengalaman manusia.

Melalui interpretasi “Jangi Janger”, Hyndia kembali memperluas eksplorasi musikal mereka dengan merangkul warisan budaya Indonesia ke dalam balutan folk-rock yang hangat dan relevan bagi generasi masa kini.


Sosial Media dan Streaming Hyndia

2 responses to “Hyndia Rilis Interpretasi Baru “Jangi Janger”, Hadirkan Napas Folk-Rock untuk Lagu Tradisional Bali”

    1. Noiseporter Avatar

      Hyndia ya bukan Amerika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *