loader image

Kulturra Rilis Single Perdana “Sampai Kapan”, Suarakan Krisis Lingkungan Lewat Ledakan Alternative Rock

•

Skena musik independen Bali kembali melahirkan wajah baru yang siap mencuri perhatian. Kulturra, unit alternative rock asal Denpasar, resmi memperkenalkan identitas musikal mereka melalui single debut bertajuk “Sampai Kapan” yang dirilis pada 28 Juli 2026.

Lewat rilisan perdana ini, Kulturra Sampai Kapan bukan hanya menjadi perkenalan sebuah band baru, tetapi juga menjadi medium untuk menyuarakan keresahan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin nyata. Dibalut energi alternative rock yang agresif, lagu ini hadir sebagai kritik sosial sekaligus ajakan untuk lebih peduli terhadap bumi yang terus dieksploitasi.


Kulturra Hadir Membawa Warna Baru dari Denpasar

Kulturra beranggotakan Dewa Civan (vokal), Abiyana Putra (gitar), Cetta Trikayana (bass), dan Aditya Arya (drum).

Sebagai pendatang baru, mereka menawarkan karakter musik yang memadukan berbagai pengaruh. Nuansa alternative rock modern berpadu dengan energi stoner rock yang tebal, menghasilkan warna musikal yang terdengar garang sekaligus emosional.

Secara musikal, Kulturra banyak terinspirasi oleh band seperti .Feast, Foo Fighters, Jangar, hingga Navicula. Namun alih-alih sekadar menjadi imitasi, pengaruh tersebut diterjemahkan menjadi identitas yang terdengar padat, penuh distorsi, dan memiliki dinamika yang kuat.

Hasilnya adalah sebuah komposisi yang mampu menghadirkan intensitas sejak awal hingga akhir lagu.


“Sampai Kapan” Menjadi Kritik Terhadap Kerusakan Alam

Di balik hentakan riff gitar dan ritme yang bertenaga, “Sampai Kapan” mengangkat isu yang sangat dekat dengan realitas saat ini, yakni eksploitasi lingkungan.

Lagu ini mempertanyakan sampai kapan alam akan terus menjadi korban atas nama keuntungan ekonomi dan pembangunan yang mengabaikan keberlangsungan hidup.

Beberapa penggalan lirik memperlihatkan pesan tersebut secara gamblang.

“Sampaikan pada tanah / Senyawa ini tidak ramah…”

dan

“Sampai kapan segalanya direkayasa…”

Melalui bahasa yang puitis namun tajam, Kulturra menggambarkan bagaimana hutan perlahan berubah menjadi abu, udara dipenuhi polusi, dan tanah kehilangan kehidupan akibat aktivitas manusia.

Alih-alih menggurui, lagu ini mengajak pendengar merenungkan kembali posisi manusia terhadap alam yang selama ini sering dianggap sebagai sumber daya tanpa batas.


Keresahan Pribadi yang Menjadi Lagu, Berawal dari Pengamatan Sehari-hari

Inspirasi lagu “Sampai Kapan” datang dari keresahan sang vokalis, Dewa Civan, yang terus melihat berbagai bentuk kerusakan lingkungan, baik secara langsung maupun melalui berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Fenomena eksploitasi alam yang berlangsung demi kepentingan ekonomi menjadi titik awal lahirnya lagu ini.

Perasaan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik yang mempertanyakan bagaimana manusia terus membiarkan bumi mengalami kerusakan tanpa adanya perubahan yang berarti.

Kulturra menjadikan musik sebagai ruang untuk menyampaikan kegelisahan tersebut secara jujur.


Produksi Digarap Bersama Nama-Nama Berpengalaman

Dari sisi produksi, Kulturra melibatkan beberapa nama yang sudah dikenal di skena musik independen Bali.

Jonathan Wadhi dipercaya sebagai produser yang membantu membentuk karakter akhir lagu, sementara proses mixing dan mastering ditangani oleh Ngurah Wimba, vokalis State Of Mind.

Kombinasi tersebut membuat “Sampai Kapan” terdengar matang dengan keseimbangan antara agresivitas instrumen dan kejernihan setiap elemen musik.

Artwork single dikerjakan oleh diethy25, melengkapi identitas visual yang sejalan dengan tema besar lagu.


Menjadi Langkah Awal Menuju Album Perdana

Single “Sampai Kapan” merupakan pijakan pertama Kulturra dalam membangun perjalanan mereka di industri musik.

Band asal Denpasar ini mengungkapkan bahwa lagu tersebut menjadi pembuka menuju karya-karya berikutnya, termasuk album penuh yang kini tengah dipersiapkan.

Dengan identitas musikal yang kuat dan keberanian mengangkat isu sosial sejak rilisan pertama, Kulturra menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar band baru yang mengejar tren, melainkan kelompok musisi yang ingin menyampaikan pesan melalui karya.


Tentang Lagu “Sampai Kapan”

Informasi Produksi

  • Judul: Sampai Kapan
  • Band: Kulturra
  • Tanggal Rilis: 28 Juli 2026
  • Composer: Aditya Arya, Abiyana Putra, Cetta Trikayana
  • Penulis Lirik: Dewa Civan
  • Producer: Jonathan Wadhi
  • Drum Recording: Rock The Beat
  • Mixing & Mastering: Ngurah Wimba
  • Artwork: diethy25

Tentang Kulturra

Kulturra merupakan band alternative rock asal Denpasar, Bali, yang resmi memulai perjalanan mereka pada 2026 melalui single debut “Sampai Kapan”. Beranggotakan Dewa Civan, Abiyana Putra, Cetta Trikayana, dan Aditya Arya, mereka menghadirkan musik yang memadukan energi alternative rock modern dengan karakter stoner rock yang padat dan penuh intensitas.

Melalui karya-karyanya, Kulturra ingin menghadirkan musik yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga relevan dengan berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di sekitar.


Sosial Media dan Streaming Kulturra

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *