loader image

Vendaz feat. Varenza Maurelya Perkenalkan “Mungkin Mungkinkan” dengan Nuansa Pop yang Berbeda

•

Di tengah derasnya rilisan musik pop yang cenderung lugas dalam menyampaikan pesan, Vendaz memilih jalur berbeda. Musisi asal Tulungagung itu memperkenalkan “Mungkin Mungkinkan”, sebuah single kolaborasi bersama penyanyi muda Varenza Maurelya yang memadukan lirik surealis, musik pop akustik, serta refleksi mengenai hubungan antara ikhtiar, doa, dan harapan.

Dijadwalkan rilis pada 31 Juli 2026, lagu ini menjadi babak baru bagi keduanya. Bagi Vendaz, “Mungkin Mungkinkan” merupakan eksplorasi musikal paling berani sepanjang kariernya. Sementara bagi Varenza, lagu ini menjadi debut resminya di industri musik Indonesia.


Perjalanan Panjang di Balik “Mungkin Mungkinkan”

Menariknya, lagu ini bukan karya yang lahir secara instan. Vendaz mengungkapkan bahwa “Mungkin Mungkinkan” sebenarnya sudah ditulis sejak tahun 2023.

Berawal dari sesi santai sambil menikmati kopi dan memainkan gitar, ia menuangkan pengalaman pribadinya ketika tengah menyukai seseorang yang sulit ditebak perasaannya. Dari momen sederhana tersebut lahirlah sebuah lagu yang kemudian berkembang selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya menemukan bentuk terbaiknya.

Proses panjang itu tidak hanya terjadi pada penulisan lirik, tetapi juga pencarian warna musik yang dianggap mampu mewakili cerita di dalamnya.


Lirik Surealis yang Mengajak Pendengar Menafsirkan Sendiri

Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian dari Vendaz Mungkin Mungkinkan adalah penggunaan lirik-lirik yang terdengar nyeleneh.

Kalimat seperti:

“Ada buaya dimakan bebek.”

“Kucing terbang tinggi di awan.”

“Ya mana tahu tanyakan ikan.”

tidak hadir sekadar sebagai gimmick. Vendaz memang sengaja menggunakan simbol-simbol surealis agar pendengar tidak langsung menemukan satu jawaban mutlak.

Alih-alih menjelaskan makna secara gamblang, ia ingin setiap orang membawa pulang interpretasi yang berbeda sesuai pengalaman hidup masing-masing.

Menurutnya, musik bukan ruang untuk memberi jawaban, melainkan ruang untuk membuka kemungkinan.


Tentang Ikhtiar dan Doa

Di balik permainan kata yang terdengar ringan, “Mungkin Mungkinkan” justru menyimpan pesan yang cukup reflektif.

Bagian lirik:

“Ada sayap membentang di punggung doa, ia ‘kan terbang jauh sejauh ku langitkan pinta.”

menjadi inti dari keseluruhan cerita.

Sayap diibaratkan sebagai usaha yang terus bergerak, sedangkan doa menjadi arah yang menjaga harapan agar tidak berhenti hanya sebagai keinginan.

Melalui lagu ini, Vendaz mengajak pendengar untuk tetap percaya bahwa sesuatu yang hari ini tampak mustahil masih bisa diwujudkan selama masih ada ruang untuk berusaha dan berdoa.


Kolaborasi Perdana Bersama Varenza Maurelya, Mempertemukan Dua Karakter Vokal

Awalnya, Vendaz belum menemukan pasangan duet yang tepat untuk lagu ini.

Hingga pada 2025 ia bertemu dengan Varenza Maurelya, penyanyi asal Trenggalek yang kemudian dipercaya membawakan lagu tersebut.

Bagi Varenza, proyek ini menjadi pengalaman pertamanya memasuki studio rekaman profesional.

Meski sempat merasa gugup, ia mengaku proses rekaman justru menjadi pengalaman yang membuatnya semakin yakin untuk menekuni dunia musik.

Karakter vokal lembut milik Varenza memberi keseimbangan terhadap warna vokal Vendaz sehingga membuat lagu ini terdengar lebih hangat sekaligus emosional.


Aransemen Pop Ceria dengan Nuansa Akustik

Secara musikal, Vendaz Mungkin Mungkinkan tetap mempertahankan identitas akustik yang selama ini menjadi ciri khas sang musisi.

Instrumen gitar akustik menjadi fondasi utama, diperkaya dengan piano, bass, drum, gitar elektrik, synthesizer, cajon, dan shaker.

Walaupun menyisipkan sentuhan elektronik modern, keseluruhan aransemen tetap terasa organik.

Nuansa musik yang ringan dan playful sengaja dipilih agar kontras dengan makna lirik yang perlahan berkembang semakin dalam seiring lagu berjalan.


Babak Baru Perjalanan Bermusik Vendaz

Bagi Vendaz, “Mungkin Mungkinkan” bukan sekadar rilisan baru.

Lagu ini menjadi penanda bahwa dirinya mulai berani keluar dari zona nyaman.

Jika sebelumnya ia lebih banyak menghadirkan lagu bernuansa melankolis seperti Renjana, Rintih Berisik, Rumah Terbaik, Tetap Kembali, Elegi, hingga 111, kali ini ia menawarkan warna pop yang lebih ceria tanpa meninggalkan kedalaman cerita.

Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan identitas artistiknya sebagai musisi independen yang tidak ingin terpaku pada satu formula.


Debut Penting bagi Varenza Maurelya

Bagi Varenza Maurelya, “Mungkin Mungkinkan” memiliki arti yang jauh lebih personal.

Single ini menjadi karya profesional pertamanya setelah bertahun-tahun aktif mengikuti berbagai kompetisi vokal dan tampil di berbagai panggung musik.

Ia berharap lagu ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai penyanyi sekaligus membuka kesempatan untuk terus berkarya bersama musisi lain di masa mendatang.


Tentang Vendaz

Vendaz merupakan identitas artistik dari Muhammad Zainal Efendi, solois asal Tulungagung, Jawa Timur.

Sejak memulai perjalanan musik pada 2022 melalui single Renjana, ia konsisten menghadirkan karya yang mengedepankan cerita personal dengan sentuhan pop, folk, rock, hingga alternative.

Diskografinya meliputi Renjana, Rintih Berisik, Rumah Terbaik, Tetap Kembali, Elegi, 111, hingga Mungkin Mungkinkan. Baginya, musik adalah medium untuk mengabadikan pengalaman hidup sekaligus membangun kedekatan emosional dengan pendengar.


Tentang Varenza Maurelya

Varenza Maurelya merupakan penyanyi muda asal Trenggalek yang kini berdomisili di Denpasar, Bali.

Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi vokal sejak usia muda sebelum akhirnya memulai debut profesional melalui Mungkin Mungkinkan.

Karakter vokalnya yang lembut dan penuh penghayatan menjadi warna baru dalam kolaborasi ini sekaligus menandai langkah awal kariernya di industri musik independen Indonesia.


Sosial Media dan Streaming Vendaz & Varenza Maurelya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *