loader image

MASKED MONDAY Kembali Mengudara Lewat Single “FALLIN’”, Perayaan Cinta Tulus dalam Balutan Pop Punk Enerjik

•

Setelah memperkenalkan identitas musikal mereka melalui single debut “Relakan”, unit pop punk asal Tangerang Raya, MASKED MONDAY, kembali melanjutkan langkahnya dengan merilis single kedua bertajuk “FALLIN’”. Lagu ini menjadi babak baru yang memperlihatkan sisi emosional band melalui kisah cinta yang lahir dari pengalaman nyata.

Masih mengusung energi pop punk yang menjadi ciri khas mereka, MASKED MONDAY kali ini memilih menghadirkan cerita yang lebih personal. “FALLIN’” bukan sekadar lagu tentang jatuh cinta, melainkan ungkapan rasa syukur atas perjalanan sebuah hubungan yang berawal dari harapan sederhana hingga tumbuh menjadi sebuah keluarga.


“FALLIN’” Terinspirasi dari Kisah Nyata Sang Vokalis

Berbeda dari single sebelumnya yang berbicara mengenai proses merelakan dan melangkah maju, “FALLIN’” lahir dari pengalaman pribadi Ahmed, vokalis sekaligus gitaris MASKED MONDAY.

Lagu ini merekam momen ketika Ahmed pertama kali jatuh cinta kepada perempuan yang kini menjadi istrinya sekaligus ibu dari keluarga kecil mereka.

Bagi MASKED MONDAY, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa cinta tidak selalu harus dibuktikan melalui gestur besar atau janji-janji berlebihan. Justru ketulusan, kenyamanan, dan kehadiran yang konsisten menjadi fondasi utama sebuah hubungan.

“Lagu ini berasal dari kenangan waktu pertama kali jatuh cinta sama cewek yang sekarang jadi istriku. Gak butuh atraksi atau sok keren, cuma butuh hadir tulus dan bikin nyaman, sampai akhirnya bisa ngebangun keluarga kecil yang bahagia,” ujar Ahmed.

Ia menambahkan bahwa “FALLIN’” merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan cinta yang dulu hanya sebatas angan-angan, namun kini telah menjadi kenyataan.


Pop Punk Enerjik dengan Sentuhan Lirik Puitis

Secara musikal, MASKED MONDAY tetap mempertahankan karakter pop punk yang enerjik, namun dipadukan dengan lirik berbahasa Inggris yang terasa lebih puitis dan hangat.

Nuansa tersebut tercermin dalam bagian chorus:

“I’m falling love, I’m falling true / like morning rain that leads to you / No need for words, no grand design / just your heart beating close to mine.”

Melalui metafora sederhana, lagu ini menggambarkan bahwa cinta sejati tumbuh secara alami tanpa perlu dibuat-buat.

Sementara itu, bagian bridge memperkuat pesan utama lagu bahwa cinta bukan hadir seperti badai yang menggemparkan, melainkan sebagai ketenangan yang menetap dan tidak pernah benar-benar pergi.


MASKED MONDAY Konsisten Mengangkat Cerita yang Dekat dengan Kehidupan

Sejak debut melalui “Relakan”, MASKED MONDAY menjadikan pengalaman hidup sebagai sumber utama dalam proses penulisan lagu.

Pendekatan tersebut kembali dipertahankan dalam “FALLIN’”, sehingga karya mereka terasa lebih jujur dan mudah terhubung dengan pengalaman para pendengarnya.

Melalui rilisan kedua ini, MASKED MONDAY menunjukkan bahwa pop punk tetap mampu menjadi medium untuk menyampaikan cerita-cerita personal tanpa kehilangan energi dan karakter khas genre tersebut.


Tentang MASKED MONDAY

MASKED MONDAY merupakan unit pop punk asal Tangerang Raya yang dihuni oleh Ahmed (vokal/gitar), Santo (gitar), Abim (bass), dan Ramdan (drum). Band ini mengusung karakter musik pop punk yang enerjik dengan lirik-lirik yang berangkat dari pengalaman hidup personal.

Debut mereka dimulai melalui single “Relakan”, yang memperkenalkan identitas musikal MASKED MONDAY sebagai band yang mengedepankan kejujuran dalam bercerita. Kini, lewat “FALLIN’”, mereka kembali menegaskan bahwa kisah-kisah sederhana dari kehidupan nyata dapat menjadi fondasi karya yang dekat dengan para pendengar.


Sosial Media dan Streaming MASKED MONDAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *