Skena musik independen Bengkulu kembali menghadirkan warna baru. Arby Project, kolektif instrumental asal Bengkulu, resmi merilis single kedua mereka bertajuk “Middle Town” pada 8 Juni 2026.
Berbeda dari pendekatan musik yang bertumpu pada lirik dan narasi verbal, Arby memilih membiarkan instrumen menjadi bahasa utama. “Middle Town” lahir dari eksplorasi spontan terhadap nuansa musik Timur Tengah yang kemudian dipertemukan dengan groove funky, ritme yang dalam, serta tekstur psychedelic.
Hasilnya adalah sebuah perjalanan musikal yang terasa eksotis sekaligus modern sebuah komposisi yang tidak memaksa pendengar mengikuti satu cerita tertentu, tetapi justru memberi ruang untuk membangun “kota” dan perjalanan mereka sendiri di dalam kepala.
“Middle Town”: Ketika Eksperimen Berawal dari Ketidaksengajaan

“Middle Town” tidak lahir dari konsep naratif yang rumit. Lagu ini justru berangkat dari rasa penasaran para personel Arby ketika mengeksplorasi karakter instrumen dan tangga nada yang terinspirasi dari Timur Tengah.
Eksperimen tersebut kemudian berkembang ketika Arby memasukkannya ke dalam karakter groove yang sudah menjadi bagian dari permainan mereka.
“Middle Town sebenarnya berangkat dari ketidaksengajaan dan rasa penasaran kami sama nuansa instrumen Timur Tengah. Kami nggak berusaha bikin cerita yang berat atau puitis; kami cuma mau mengeksplorasi tangga nada eksotis itu, memadukannya dengan groove racikan kami sendiri, dan membiarkan pendengar menikmati energi serta bayangan ‘perjalanan’ mereka masing-masing saat mendengarkan lagu ini.”
Pendekatan tersebut menjadi kekuatan utama “Middle Town”. Arby tidak memberikan batasan interpretasi kepada pendengar. Setiap orang bebas membangun suasana, tempat, maupun perjalanan mereka sendiri berdasarkan apa yang terdengar dari komposisi instrumental ini.
Eksotisme Timur Tengah Bertemu Groove Modern Secara musikal, “Middle Town” berdiri di atas pertemuan beberapa karakter yang berbeda.
Tangga nada bernuansa Timur Tengah menjadi salah satu elemen paling menonjol, memberikan warna eksotis yang kemudian dipertemukan dengan groove funky dan fondasi ritmis yang dalam.
Di sisi lain, tekstur psychedelic memperluas atmosfer lagu sehingga “Middle Town” tidak terdengar seperti sekadar eksperimen musik etnik, tetapi berkembang menjadi komposisi instrumental kontemporer dengan karakter Arby sendiri.
Perpaduan tersebut menciptakan energi yang dinamis sekaligus memberi ruang bagi masing-masing instrumen untuk berkembang.
Empat Musisi, Satu Gelombang Suara
“Middle Town” dibangun melalui sinergi empat musisi yang mengisi peran berbeda dalam struktur musik Arby.
Hangga Dwi Darma — Gitar
Menjadi arsitek melodi melalui permainan gitar yang membentuk karakter psychedelic dan atmosfer imersif dalam lagu.
Galih Abdullah RabBani — Bass
Mengisi fondasi ritmis dengan alur bass yang funky dan dalam, sekaligus menjaga groove tetap bergerak.
Muhammad Mursyid Rahmatullah — Drum
Menjadi penggerak utama melalui permainan drum yang menggabungkan presisi teknis dengan dinamika energi.
Muhammad Abrar Habibullah — Additional Percussion
Menambahkan lapisan perkusi organik yang memperkaya tekstur dan dimensi suara dalam komposisi.
Keempat elemen tersebut saling melengkapi dan membentuk identitas Arby sebagai kolektif instrumental yang mengutamakan groove, eksplorasi, dan pengalaman mendengarkan.
Tidak Ada Cerita Tunggal di “Middle Town”
Salah satu hal menarik dari “Middle Town” adalah keputusan Arby untuk tidak membebani lagu dengan narasi yang terlalu spesifik.
Alih-alih menceritakan sebuah tempat secara harfiah, Arby menggunakan gagasan tentang “kota” sebagai ruang imajinasi.
Pendengar dapat membayangkan kota yang berbeda-beda berdasarkan pengalaman dan interpretasi masing-masing. Bisa berupa kota asing dengan atmosfer Timur Tengah, perjalanan malam yang penuh warna, atau bahkan sebuah ruang imajinatif yang sama sekali tidak memiliki bentuk geografis.
Musik menjadi kendaraan utamanya.
Dengan pendekatan tersebut, “Middle Town” terasa seperti perjalanan instrumental yang terbuka bergerak melalui melodi, groove, ritme, dan tekstur tanpa harus berhenti pada satu kesimpulan.
Dari Bengkulu Menuju Lanskap Musik yang Lebih Luas
Kehadiran Arby turut memperlihatkan bagaimana musisi dari luar pusat industri musik nasional dapat membangun karakter melalui eksplorasi yang personal.
Berbasis di Bengkulu, Arby membawa pendekatan instrumental yang tidak terpaku pada satu wilayah atau genre tertentu. Mereka justru mempertemukan elemen-elemen musikal dari berbagai referensi untuk menciptakan identitas yang lebih luas.
“Middle Town” menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenali arah tersebut.
Eksplorasi terhadap warna Timur Tengah, groove funky, serta atmosfer psychedelic menunjukkan keberanian Arby untuk bermain dengan batas-batas sonik dan menjadikan instrumen sebagai ruang eksperimen.
“Middle Town” sebagai Babak Baru Arby
Sebagai single kedua, “Middle Town” memperlihatkan perkembangan Arby dalam membangun identitas musikalnya.
Jika musik instrumental sering dianggap terlalu abstrak untuk menjangkau pendengar luas, Arby justru memanfaatkan kebebasan tersebut sebagai kekuatan. Mereka tidak memberikan jawaban tunggal, melainkan menciptakan ruang agar pendengar dapat menemukan pengalaman masing-masing.
Pada akhirnya, “Middle Town” bukan hanya tentang Timur Tengah, funky, atau psychedelic.
Lagu ini adalah tentang perjalanan.
Perjalanan yang bisa membawa setiap pendengar ke tempat berbeda tanpa harus meninggalkan ruang mereka sendiri.
Single “Middle Town” kini telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital dan menjadi langkah terbaru Arby dalam memperkenalkan identitas sonik mereka dari Bengkulu ke ruang musik Indonesia yang lebih luas.
Tentang Arby Project

Arby Project merupakan kolektif musik instrumental asal Bengkulu, Indonesia, yang mengeksplorasi perpaduan groove, melodi eksotis, ritme, dan tekstur psychedelic dalam karya-karyanya.
Melalui pendekatan instrumental, Arby menjadikan musik sebagai ruang terbuka bagi pendengar untuk membangun interpretasi dan pengalaman mereka sendiri.
Single “Middle Town” menjadi rilisan kedua Arby sekaligus mempertegas keberanian mereka dalam mengeksplorasi warna musik yang lebih luas.
Personel Arby
- Hangga Dwi Darma — Guitar
- Galih Abdullah RabBani — Bass
- Muhammad Mursyid Rahmatullah — Drum
- Muhammad Abrar Habibullah — Additional Percussion
Sosial Media dan Streaming Arby Project
- Instagram: @arby_project
- Spotify: Arby Project
- Youtube: Arby Project







Leave a Reply