loader image

Jefribagusp Merilis “Cukup”, Saat Berhenti Mengejar Justru Jadi Cara Menemukan Bahagia

•

Ada kebiasaan yang mungkin tidak pernah kita sadari yaitu selalu menunda bahagia.

Kita mengatakan akan lebih bahagia setelah mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Setelah punya penghasilan lebih besar. Setelah bertemu seseorang yang tepat. Setelah memiliki rumah, kendaraan, pencapaian, atau kehidupan yang selama ini dibayangkan.

Seolah-olah bahagia selalu berada di satu titik yang belum kita capai.

Kita pun terus berjalan. Mengejar. Membandingkan. Menginginkan lebih banyak.

Lalu suatu hari muncul pertanyaan sederhana dari diri kita, bagaimana kalau selama ini yang kita cari sebenarnya sudah ada, tetapi kita terlalu sibuk mengejarnya untuk menyadarinya?

Pertanyaan semacam itu menjadi napas dari “Cukup”, single terbaru musisi folk/singer-songwriter asal Situbondo, Jefribagusp

“Cukup” Membongkar Kebiasaan untuk Selalu Menginginkan Lebih

Ada sesuatu yang menarik dari kata “cukup”.

Kata ini terdengar sederhana, tetapi dalam kehidupan yang terus mendorong manusia untuk berkembang, “cukup” terkadang justru menjadi sesuatu yang sulit dicapai.

Hari ini merasa kurang, besok ingin lebih. Ketika keinginan terpenuhi, standar baru muncul. Begitu seterusnya.

Bukan berarti keinginan untuk berkembang adalah sesuatu yang salah. Masalahnya muncul ketika pencapaian baru selalu dijadikan syarat untuk merasa bahagia.

Di titik itu, hidup berubah menjadi perlombaan tanpa garis finis.

Melalui Jefribagusp “Cukup”, gagasan tersebut dibawa ke dalam bentuk yang lebih tenang. Dengan pendekatan folk yang intim dan reflektif, lagu ini seperti mengajak pendengarnya menurunkan kecepatan dan melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui.

Bahagia yang Selalu Diletakkan di Masa Depan

Manusia cukup pandai menciptakan alasan untuk belum bahagia.

“Kalau nanti sudah punya…”

“Kalau nanti sudah berhasil…”

“Kalau nanti sudah bertemu…”

Kalimat-kalimat tersebut membuat kebahagiaan terasa seperti hadiah yang hanya bisa diterima setelah semua target selesai.

Padahal, target manusia hampir tidak pernah benar-benar selesai.

Ketika satu keinginan terpenuhi, akan ada keinginan berikutnya.

“Cukup” kemudian terasa relevan bukan karena mengajak seseorang berhenti bermimpi, tetapi karena mencoba mempertanyakan kebiasaan menempatkan kebahagiaan terlalu jauh dari kehidupan yang sedang dijalani.

Mungkin kita tetap perlu mengejar sesuatu.

Tetapi mungkin kita juga perlu tahu kapan harus berhenti berlari.

Jefribagusp Menawarkan Perspektif yang Lebih Tenang

“Cukup” tidak terasa seperti lagu yang ingin memberikan ceramah tentang bagaimana seseorang seharusnya menjalani hidup.

Justru kekuatannya ada pada pertanyaan yang sederhana.

Sudahkah kita menghargai apa yang ada sekarang?

Sudahkah kita menikmati orang-orang yang masih berada di sekitar?

Sudahkah kita memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk merasa bahagia tanpa harus menunggu pencapaian berikutnya?

Lewat warna folk yang intim, Jefribagusp membawa refleksi tersebut dengan pendekatan yang dekat dengan karakter seorang singer-songwriter yang personal, sederhana, dan berangkat dari pengalaman yang mudah ditemukan dalam keseharian.

“Cukup” dan Cerita yang Dekat dengan Kehidupan

Tema yang dibawa Jefribagusp sebenarnya tidak jauh dari karakter musik yang selama ini ia bangun.

Sebagai musisi folk/singer-songwriter asal Situbondo, Jeje dikenal melalui karya yang banyak berangkat dari kehidupan sehari-hari, masyarakat, lingkungan, pengalaman masa kecil, serta berbagai cerita yang tumbuh di sekitarnya.

Sebelum “Cukup”, ia telah merilis sejumlah karya seperti “Masa Kecil”, “Hedon”, “Tahu Bulat”, “Pelangi”, dan “Lagu Alam”.

Ia juga telah memperkenalkan album BERANDA KOTA pada 2021 dan HEDON pada 2022.

Ada kecenderungan yang menarik dari perjalanan tersebut yaitu hal-hal sederhana tidak diperlakukan sebagai cerita kecil.

Justru dari pengalaman yang dekat dengan kehidupan itulah Jefribagusp menemukan ruang untuk berbicara mengenai persoalan yang lebih luas.

Dias Pribadi dan Reyfani Turut Mengisi “Cukup”

Dalam proses produksi “Cukup”, Jefribagusp berkolaborasi dengan Dias Pribadi sebagai composer sekaligus produser.

Sementara Reyfani turut memberikan kontribusi melalui vokal kedua.

Kolaborasi tersebut melengkapi perjalanan musikal “Cukup”, sebuah lagu yang memilih pendekatan reflektif untuk membicarakan sesuatu yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan banyak orang.

Tidak ada tuntutan untuk menemukan jawaban besar.

Mungkin cukup dengan berhenti sebentar.

Jefribagusp “Cukup” Adalah Pengingat, Bukan Jawaban

Pada akhirnya, Jefribagusp “Cukup” tidak sedang mengatakan bahwa kita harus berhenti mengejar kehidupan yang lebih baik.

Lagu ini justru terasa seperti pengingat agar perjalanan tersebut tidak membuat kita lupa hidup di dalam perjalanan itu sendiri.

Sebab terlalu fokus pada tujuan bisa membuat kita melewatkan banyak hal yang sebenarnya sudah terjadi.

Orang-orang yang menemani.

Tempat yang masih bisa disebut rumah.

Waktu yang masih dimiliki.

Dan berbagai hal sederhana yang sering dianggap biasa hanya karena kita terlalu terbiasa dengannya.

Mungkin kebahagiaan memang tidak selalu menunggu di depan.

Mungkin sebagian darinya sudah ada di sini.

Hanya saja, kita terlalu sibuk berjalan untuk menyadarinya.

Dan mungkin, setelah semua yang sudah kita kejar, ada satu hal yang layak kita tanyakan kepada diri sendiri

Apakah kita benar-benar membutuhkan lebih banyak, atau hanya perlu belajar merasa cukup?

Tentang Jefribagusp

Jefribagusp, atau Jeje, merupakan musisi folk/singer-songwriter asal Situbondo, Jawa Timur. Ia aktif dalam sejumlah kegiatan komunitas di Situbondo dan menjadikan kehidupan masyarakat, lingkungan, pengalaman masa kecil, serta berbagai cerita keseharian sebagai bagian dari perjalanan musiknya.

Sejumlah karya yang pernah ia hadirkan antara lain “Masa Kecil”, “Hedon”, “Tahu Bulat”, “Pelangi”, dan “Lagu Alam”. Jefribagusp juga telah merilis album BERANDA KOTA pada 2021 dan HEDON pada 2022.

Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan musiknya datang melalui “Masa Kecil”, yang membawanya menjadi singer-songwriter terbaik dalam Say Award 2020.

Sosial Media dan Streaming Jefribagusp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *