Band alternatif rock/emo asal Surabaya, Worker Miriam, kembali membuka babak baru perjalanan musik mereka lewat single ketiga bertajuk “Timeless”. Dirilis pada 19 September 2026, lagu ini tidak hanya melanjutkan katalog rilisan mereka, tetapi juga memperlihatkan sisi lain Worker Miriam yang lebih mellow dan tenang.
Berbeda dari dua single sebelumnya yang lebih banyak mengandalkan distorsi keras dan lirik emosional, “Timeless” justru mengambil pendekatan yang lebih lembut. Meski masih berada dalam karakter alternatif rock/emo yang menjadi identitas mereka, lagu ini memberi ruang lebih besar bagi melodi, suasana, dan cerita personal.
Menariknya, lagu yang diciptakan sejak 2024 ini bermula dari sebuah momen sederhana saat gitaris Worker Miriam, Fais, sedang memainkan gitar secara spontan di tempat tongkrongan mereka.
Berawal dari Jamming Gitar yang Tak Disengaja

Tidak semua lagu lahir dari proses yang sudah direncanakan. “Timeless” justru bermula dari sebuah jamming sederhana.
Saat sedang berkumpul, Fais memainkan beberapa nada gitar secara spontan. Dari permainan tersebut, vokalis Rizuma menangkap adanya rangkaian nada yang menurutnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah lagu.
“Awalnya dari gitarisku, Fais, genjreng ngasal waktu lagi jaming, terus aku notice ada tiga atau empat nada yang dirangkai indah,” ungkap Rizuma.
Dari momen tersebut, Worker Miriam mulai menyusun potongan ide yang awalnya terdengar sederhana menjadi sebuah komposisi utuh.
Pola gitar tersebut kemudian direkam, dikembangkan menjadi melodi vokal, hingga akhirnya lirik ditulis sebagai tahap akhir dalam proses kreatifnya.
Cara lahirnya “Timeless” menunjukkan bahwa sebuah lagu tidak selalu membutuhkan konsep besar sejak awal. Terkadang, sebuah komposisi bisa tumbuh dari beberapa nada yang secara tidak sengaja menemukan bentuknya.
“Timeless” dan Cerita Personal di Balik Liriknya
Di balik komposisinya yang lebih tenang, “Timeless” membawa cerita yang cukup personal bagi Rizuma.
Lirik lagu ini ditulis dengan latar belakang perasaan terhadap pasangan. Namun Worker Miriam tidak ingin membatasi makna lagu hanya pada satu cerita.
“Secara personal lirik lagu ini ditulis dengan latar belakang perasaan terhadap pasangan, tapi bebas interpretasinya sesuai pikiran pendengar,” ucap Rizuma.
Pendekatan tersebut membuat “Timeless” memiliki ruang interpretasi yang lebih luas. Pendengar bisa membawa pengalaman dan perasaan mereka sendiri ketika mendengarkan lagu ini.
Dengan begitu, kisah personal yang menjadi titik awal penulisan justru dapat berkembang menjadi pengalaman yang lebih universal ketika sampai di telinga pendengar.
Worker Miriam Tunjukkan Sisi yang Lebih Mellow
“Timeless” menjadi perubahan warna yang cukup terasa jika dibandingkan dengan dua single sebelumnya.
Jika rilisan terdahulu Worker Miriam lebih identik dengan musik keras, distorsi, serta lirik yang emosional, single ketiga ini memilih jalur yang lebih mellow dan tenang.
“Di lagu ini bedanya aransemen full band yang kami mainkan sedikit lebih mellow dan tenang, beda dengan dua single terakhir yang kami rilis,” jelas Rizuma.
Perubahan tersebut bukan berarti Worker Miriam meninggalkan akar alternatif rock dan emo mereka. Justru, “Timeless” memperlihatkan bagaimana karakter tersebut dapat diterjemahkan melalui pendekatan yang lebih kalem.
Distorsi dan energi tidak lagi menjadi satu-satunya cara untuk menyampaikan emosi. Melodi, dinamika, serta atmosfer yang lebih tenang turut menjadi bagian dari cara Worker Miriam bercerita.
Single Ketiga Menuju EP Worker Miriam
“Timeless” juga memiliki posisi penting dalam rencana musik Worker Miriam ke depan.
Single ketiga ini diproyeksikan masuk ke dalam sebuah Extended Play (EP) yang sedang dipersiapkan oleh band. EP tersebut diperkirakan selesai pada akhir 2026.
Dengan tiga rilisan yang sudah hadir, Worker Miriam perlahan mulai membangun gambaran musikal mereka sekaligus membuka kemungkinan eksplorasi yang lebih luas.
Jika dua rilisan sebelumnya memperlihatkan sisi keras dan emosional, “Timeless” menjadi salah satu petunjuk bahwa perjalanan menuju EP tersebut tidak hanya akan berisi satu warna.
Worker Miriam Ingin Menjangkau Lebih Banyak Pendengar
Lewat “Timeless”, Worker Miriam membawa harapan sederhana yaitu agar musik mereka dapat diterima oleh pendengar dari berbagai latar belakang.
“Aku harap ‘Timeless’ bisa diterima pendengar siapapun itu,” ujar Rizuma.
Harapan tersebut sejalan dengan pendekatan lagu yang memberikan ruang interpretasi kepada pendengar. Alih-alih memaksakan satu makna, Worker Miriam membiarkan “Timeless” menemukan ceritanya sendiri di masing-masing pendengar.
Bagi band yang terus membangun identitasnya melalui rilisan demi rilisan, single ketiga ini menjadi langkah lain dalam memperkenalkan sisi mereka yang lebih luas.
Tentang Worker Miriam

Worker Miriam merupakan band alternatif rock/emo asal Surabaya yang beranggotakan Rizuma (vokal), Fais (gitar), Akbar (bass), dan Dea (drum).
“Timeless” menjadi single ketiga Worker Miriam setelah dua rilisan sebelumnya yang memiliki karakter musik lebih keras, penuh distorsi, dan emosional.
Melalui rilisan terbaru ini, mereka memperlihatkan pendekatan yang lebih mellow dan tenang sekaligus mempersiapkan materi untuk proyek EP yang diproyeksikan rampung pada akhir 2026.
Sosial Media dan Streaming Worker Miriam
- Instagram: @worker.miriam
- Spotify: Worker Miriam
- Youtube: Worker Miriam







Leave a Reply