Ada orang yang terlalu menarik untuk diabaikan, tapi di saat yang sama terasa terlalu intimidating untuk didekati.
Dari situ, CARELESS 061 memulai cerita dalam single terbarunya, “My Barista’s Hot Friend”. Alih-alih menghadirkan kisah cinta yang manis dan sempurna, band ini justru mengambil sisi yang lebih awkward yaitu ketika seseorang menyukai orang lain, mulai overthinking, merasa minder, takut terlihat bodoh, tetapi tetap ingin mencoba.
Lewat balutan alternative rock yang menjadi identitas mereka, CARELESS 061 mengubah kegugupan menghadapi crush menjadi cerita yang ringan, playful, dan sedikit kacau.
Karena terkadang, keberanian bukan soal yakin akan berhasil. Bisa jadi, keberanian hanya soal berkata, “ya sudah, coba saja.”
Ketika Crush Terlalu Menarik untuk Diabaikan

“My Barista’s Hot Friend” bercerita tentang seseorang yang terjebak di antara ketertarikan, kegugupan, dan ketakutan akan kegagalan.
Sosok “hot friend” menjadi pusat cerita, tetapi sebenarnya lagu ini berbicara tentang sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari yaitu insecurity.
Ada perasaan tidak cukup keren. Ada keraguan tentang apa yang harus dilakukan. Ada pikiran yang terus berputar sebelum akhirnya mengambil langkah.
Situasi tersebut membuat lagu ini terasa tidak seperti kisah cinta ideal. Justru ketidaksempurnaan dan kecanggungan itulah yang menjadi daya tarik ceritanya.
CARELESS 061 menangkap momen ketika seseorang terlalu sibuk memikirkan kemungkinan buruk sampai akhirnya lupa bahwa satu-satunya cara untuk mengetahui hasilnya adalah dengan mencoba.
Dari Rasa Minder sampai Memilih untuk Mencoba
Di balik cerita tentang crush, “My Barista’s Hot Friend” juga berbicara tentang pergulatan kecil antara ego, keberanian, dan rasa takut.
Waktu terus berjalan, sementara seseorang masih bisa terjebak dalam keraguan yang dibuat oleh dirinya sendiri.
Ketertarikan yang awalnya sederhana kemudian berkembang menjadi pertanyaan-pertanyaan di kepala seperti
Apakah cukup menarik?
Apakah terlalu percaya diri?
Bagaimana kalau gagal?
Bagaimana kalau malah mempermalukan diri sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dibawa CARELESS 061 melalui lagu ini.
Namun, alih-alih menjawab semua keraguan tersebut dengan sesuatu yang serius, mereka memilih menertawakannya sedikit.
Hasilnya adalah lagu yang terasa ringan, tetapi tetap membawa cerita tentang bagaimana seseorang menghadapi rasa tidak percaya dirinya sendiri.
Alternative Rock dengan Cerita Sehari-hari
Secara musikal, “My Barista’s Hot Friend” masih berada dalam garis musik alternative rock yang telah menjadi fondasi CARELESS 061 sejak awal.
Band ini mengambil pengaruh alternative rock dari era 1990-an, 2000-an, hingga 2010-an, kemudian menggabungkannya dengan tema lirik yang dekat dengan keseharian, kehidupan sosial, serta sedikit romantisasi.
Nuansa rock dan distorsi menjadi bagian penting dari karakter mereka, sementara cerita yang sederhana membuat lagu-lagunya tetap terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Pendekatan tersebut juga terlihat dalam “My Barista’s Hot Friend”, ketika sebuah situasi yang sebenarnya sederhana menyukai seseorang dikembangkan menjadi cerita tentang overthinking, insecurity, dan keberanian.
Dari Medan, Jakarta, hingga Menetap di Denpasar
CARELESS 061 dibentuk pada awal 2010-an dan telah mengalami perjalanan yang cukup panjang bersama musik independen.
Perjalanan band membawa mereka berpindah dari Medan, kemudian Jakarta, hingga saat ini menetap di Denpasar.
Di tengah berbagai perubahan formasi, Ghufran Yusren alias Supon menjadi satu-satunya personel yang tetap bertahan dalam perjalanan CARELESS 061. Ia berperan sebagai vokalis utama sekaligus gitaris, baik dalam proses kreatif di studio maupun ketika tampil di panggung.
Sepanjang perjalanan tersebut, CARELESS 061 telah merilis dua album, yaitu “Murica” dan “Owsikswan”, serta dua single, “Penat” dan “My Barista’s Hot Friend”.
Kini, CARELESS 061 diperkuat oleh:
- Supon — Vocals, Guitar
- Dio Fuzzjar — Backing Vocals, Bass
- Firda — Drum
Perubahan formasi tersebut turut memberikan warna baru dalam perjalanan musik mereka di skena independen.
Berawal dari Gigs Kecil dan Ruang Intim
Bagi CARELESS 061, perjalanan bermusik tidak hanya tentang merilis karya.
Mereka tumbuh dari gigs-gigs kecil dan ruang pertunjukan yang intim, tempat mereka bisa bercengkerama dengan teman-teman sekaligus menemukan kenyamanan dalam bermain musik.
Dari ruang-ruang tersebut muncul keinginan untuk terus berkembang dan membawa karya mereka ke tempat yang lebih besar.
Namun, di balik ambisi tersebut tetap ada satu hal yang ingin mereka pertahankan: bertemu lebih banyak orang dan membangun pertemanan baru melalui musik.
“My Barista’s Hot Friend” menjadi bagian terbaru dari perjalanan tersebut.
Sebuah lagu tentang seseorang yang mungkin terlalu minder untuk mendekati crush-nya, tetapi akhirnya memilih untuk mengambil risiko.
Karena pada akhirnya, tidak semua cerita harus dimulai dengan keyakinan penuh.
Kadang hanya cukup dengan “Here we go.”
Tentang CARELESS 061

CARELESS 061 merupakan band alternative rock yang dibentuk pada awal 2010-an. Mengambil pengaruh musik alternative rock era 1990-an, 2000-an, hingga 2010-an, mereka menjadikan keseharian, kehidupan sosial, pengalaman personal, dan cerita romantis sebagai bagian dari tema lirik.
Setelah melalui perjalanan dan perubahan formasi di Medan, Jakarta, hingga Denpasar, CARELESS 061 saat ini diperkuat oleh Supon, Dio Fuzzjar, dan Firda.
Mereka telah merilis dua album, “Murica” dan “Owsikswan”, serta dua single, “Penat” dan “My Barista’s Hot Friend”.
Sosial Media dan Streaming CARELESS 061
- Instagram: @careless061
- Spotify: Careless 061
- Youtube: Careless 061







Leave a Reply