loader image

Beijing Connection Rilis “How Could I Know How to Fall Out Love”, Eksplorasi Emo-Pop dan Pop-Punk Menuju EP Baru

•

Band emo/alternative asal Makassar, Beijing Connection, kembali dengan single terbaru bertajuk “How Could I Know How to Fall Out Love”. Mengusung nuansa emo-pop dan pop-punk era 2000-an, lagu ini menjadi rilisan kedua mereka tahun ini sekaligus jembatan menuju EP baru yang dijadwalkan rilis dalam beberapa bulan mendatang.

Setelah sebelumnya menghadirkan materi yang kental dengan nuansa melankolis dan reflektif, Beijing Connection kembali memperkenalkan sisi musikal yang berbeda melalui single terbaru mereka, “How Could I Know How to Fall Out Love.”

Lagu ini menjadi langkah lanjutan dari perjalanan kreatif duo asal Makassar tersebut dalam mempersiapkan materi menuju EP terbaru mereka. Jika rilisan sebelumnya lebih banyak bermain pada lanskap emosional yang sendu, kali ini Beijing Connection terdengar lebih eksplosif dengan sentuhan emo-pop dan pop-punk yang kuat.

Pengaruh band-band seperti The Starting Line, Cartel, hingga Tiny Moving Parts terasa cukup kentara dalam karakter lagu ini. Namun di saat yang sama, identitas Beijing Connection sebagai band emo yang mengedepankan kejujuran emosional tetap menjadi benang merah utama.


Kisah Tentang Hubungan yang Tak Pernah Memiliki Kepastian

Ketika Harapan Tumbuh di Tempat yang Salah

Secara tematik, “How Could I Know How to Fall Out Love” berbicara mengenai hubungan yang berjalan tanpa arah yang jelas. Tentang dua orang yang saling terhubung namun tidak pernah benar-benar berkomitmen terhadap satu sama lain.

Alih-alih menyajikannya dalam bentuk narasi yang dramatis, Beijing Connection memilih pendekatan yang lebih subtil. Lirik-lirik dalam lagu ini terdengar personal, samar, dan membiarkan pendengar menafsirkan sendiri kisah yang ingin disampaikan.

Salah satu bagian yang menjadi inti emosional lagu ini adalah potongan lirik:

“The worst thing you ever did to me was letting me believe in something that was never there.”

Kalimat tersebut menggambarkan rasa kecewa yang muncul bukan karena kehilangan seseorang, melainkan karena menyadari bahwa apa yang selama ini diyakini ternyata tidak pernah benar-benar ada.

Luka yang Tidak Berisik

Keunikan lagu ini terletak pada cara Beijing Connection membingkai rasa sakit tersebut. Tidak ada ledakan emosi yang berlebihan ataupun kemarahan yang ditampilkan secara frontal.

Sebaliknya, lagu ini hadir dengan atmosfer dingin yang perlahan meninggalkan ruang kosong setelah selesai diputar. Sebuah perasaan yang mungkin akrab bagi banyak orang yang pernah mempertahankan sesuatu yang sejak awal tidak memiliki masa depan.


Evolusi Sound Beijing Connection

Dari Midwest Emo Menuju Emo-Pop yang Lebih Terbuka

Secara musikal, single ini memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan dari katalog Beijing Connection sebelumnya.

Karakter gitar twinkly khas midwest emo yang selama ini menjadi identitas mereka masih tetap hadir. Namun kini elemen tersebut dipadukan dengan struktur lagu yang lebih lugas, hook yang lebih kuat, serta energi pop-punk yang lebih terasa.

Pendekatan ini membuat “How Could I Know How to Fall Out Love” terdengar lebih mudah diakses tanpa kehilangan kedalaman emosional yang selama ini menjadi kekuatan utama Beijing Connection.

Referensi Musik yang Membentuk Lagu Ini

Dalam proses kreatifnya, Beijing Connection banyak mengambil inspirasi dari beberapa nama yang cukup berpengaruh dalam skena emo dan alternative rock, seperti:

The Starting Line

Band pop-punk asal Amerika Serikat yang dikenal dengan melodi emosional dan pendekatan lirik yang personal.

Cartel

Salah satu nama penting dalam gelombang emo-pop era 2000-an yang banyak memengaruhi karakter melodi dalam lagu ini.

Tiny Moving Parts

Terutama melalui album Deep in the Blue, yang memberikan inspirasi pada permainan gitar yang dinamis dan emosional.


Kembali Diproduksi Bersama Witchery Labs Studio

Menjaga Karakter Emosional yang Sudah Terbangun

Untuk urusan produksi, Beijing Connection kembali mempercayakan proses pengerjaan lagu kepada Witchery Labs Studio, yang sebelumnya juga terlibat dalam beberapa rilisan mereka.

Kolaborasi yang telah terjalin cukup lama ini memungkinkan band untuk tetap menjaga identitas musikal yang sudah terbentuk, sekaligus memberikan ruang eksplorasi terhadap warna-warna baru yang lebih segar.

Hasilnya adalah sebuah lagu yang terdengar lebih matang dari segi produksi tanpa kehilangan karakter emosional yang menjadi ciri khas mereka.


Video Musik Garapan Wahyu Al Mardani

Selain merilis lagu dalam format digital, Beijing Connection juga menghadirkan video musik resmi untuk “How Could I Know How to Fall Out Love”.

Dalam proyek visual ini, band memberikan kebebasan penuh kepada Wahyu Al Mardani, sutradara yang sebelumnya dikenal melalui dokumenter River in the Middle of Sky.

Pendekatan visual yang dihadirkan menjadi pelengkap narasi lagu dan memperkuat atmosfer emosional yang ingin disampaikan kepada pendengar.


Menuju EP Baru yang Lebih Beragam

Meski tidak sepenuhnya mewakili keseluruhan konsep EP yang sedang mereka siapkan, “How Could I Know How to Fall Out Love” menjadi gambaran awal mengenai arah musikal Beijing Connection ke depan.

Band ini tampaknya semakin nyaman bergerak di antara batas emo, alternative rock, pop-punk, dan indie rock tanpa harus kehilangan identitas mereka sendiri.

Dengan eksplorasi yang semakin luas, EP mendatang berpotensi menjadi rilisan paling beragam dalam perjalanan Beijing Connection sejauh ini.


Tentang Beijing Connection

Beijing Connection adalah band emo/alternative asal Makassar yang terbentuk pada tahun 2020 di tengah masa pandemi.

Saat ini band tersebut digawangi oleh Rudy Rubiandini (vokal/bass) dan Adhewans (gitar), setelah sebelumnya sempat tampil dalam format trio bersama Joy Silitonga pada posisi drum.

Sejak kemunculannya, Beijing Connection dikenal melalui pendekatan emosional yang sederhana namun personal, memadukan unsur midwest emo, math rock, emo revival, hingga alternative rock awal 2000-an.

Nama mereka mulai mendapat perhatian luas setelah merilis single debut “We Should’ve Left Our Hearts in The South Where They First Met” pada tahun 2021.

Selain aktif merilis karya, Beijing Connection juga telah tampil di berbagai showcase dan festival independen serta membangun basis pendengar yang terus berkembang di platform digital.


Media Sosial dan Streaming Beijing Connection

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *