loader image

Breeze Rilis EP “Submarine”: Menyelami Kedalaman Introspeksi dalam Lanskap Atmosferik

•

Breeze Rilis EP Debut “Submarine”: Menyelami Ruang Sunyi dan Tekanan Batin yang Tak Terucap

Unit musik atmospheric asal Bangil, Breeze, akhirnya resmi memperkenalkan EP debut mereka bertajuk “Submarine” sebuah karya yang tidak sekadar didengar, tetapi dirasakan sebagai perjalanan emosional yang perlahan menenggelamkan pendengarnya ke dalam ruang batin yang sunyi dan penuh tekanan.

Setelah lebih dulu merilis demo “Mistake” pada 2024, Breeze kini hadir dengan bentuk yang lebih utuh, matang, dan konseptual melalui EP ini. “Submarine” menjadi penanda evolusi mereka  dari eksplorasi awal menuju identitas musikal yang semakin solid dan mendalam.


Dari Bangil ke Ruang Sunyi: Awal Perjalanan Breeze

Breeze terbentuk pada pertengahan 2021 di Bangil, Pasuruan. Sejak awal, mereka tidak tertarik menjadi band yang sekadar “terdengar”, melainkan ingin menciptakan ruan sebuah pengalaman audio yang imersif dan emosional.

Formasi awal terdiri dari Jazael (gitar rhythm), Novan (gitar lead), Vicky (vokal/bass), dan Dicky (drum). Seiring perjalanan, perubahan pun terjadi. Pada 2024, salah satu gitaris memilih vakum, dan posisi tersebut kemudian diisi oleh Revano.

Nama “Breeze” sendiri terinspirasi dari lagu “Catch the Breeze” milik Slowdive sebuah referensi yang sekaligus menjadi fondasi estetik mereka: lembut, melankolis, namun menghantui.


“Submarine”: Metafora Tenggelamnya Manusia dalam Pikiran Sendiri

EP “Submarine” bukan sekadar kumpulan lagu. Ia adalah metafora.

Tentang seseorang yang tidak tenggelam di laut, tetapi tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Tentang ruang sempit, sunyi, dan tekanan yang perlahan menghancurkan dari dalam.

EP ini berisi empat trek yang terasa seperti fragmen dari satu kondisi mental yang sama:

  • Midnight Drizzle
  • Crush Depth
  • Silent Cabin
  • Mistake

Tidak ada pelarian. Tidak ada distraksi. Hanya gema pikiran yang terus berputar di ruang tertutup.


Pendekatan Musikal: Atmosfer yang Mengendap, Bukan Meledak

Secara musikal, Breeze menghindari pendekatan konvensional. Mereka tidak mengejar hook catchy atau struktur yang mudah ditebak. Sebaliknya, mereka membangun suasana.

Gitar hadir sebagai tekstur, bukan sekadar riff. Efek seperti reverb dan delay digunakan untuk menciptakan jarak dan kedalaman bukan sekadar “besar”, tapi terasa jauh dan dingin.

Pengaruh seperti Slowdive, Whirr, hingga Superheaven terasa dalam pendekatan merek namun Breeze tetap menemukan identitasnya sendiri: atmosfer yang menahan, bukan meledak.

Tempo yang lambat memberi ruang bagi emosi untuk menggantung. Drum dan bass tidak mendorong energi, tetapi menjadi fondasi yang stabil seperti tekanan konstan di bawah laut.

Vokal pun tidak selalu berada di depan. Ia menyatu, tenggelam, muncul sesekali seperti pikiran yang datang dan pergi tanpa peringatan.


Rilisan di Momen Reflektif: Idul Fitri sebagai Titik Resonansi

Menariknya, EP ini dirilis pada 20 Maret 2026 bertepatan dengan momen Idul Fitri.

Sebuah waktu yang identik dengan refleksi, pengampunan, dan kembali ke diri sendiri.

Dalam konteks ini, “Submarine” terasa seperti sisi lain dari perayaan: bukan euforia, tetapi perenungan.


Tentang Breeze

Breeze adalah unit musik atmospheric/shoegaze asal Bangil, Pasuruan yang terbentuk pada 2021. Mereka dikenal dengan pendekatan suara yang kabur, emosional, dan imersif menciptakan pengalaman mendengar yang lebih terasa seperti ruang daripada sekadar lagu.

Dengan EP “Submarine”, Breeze menegaskan arah musikal mereka sebagai band yang berani bermain dalam kesunyian, tekanan, dan kedalaman emosi.


Dengarkan & Ikuti Breeze

Streaming:

Media Sosial:

Kontak:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *