loader image

Deathpole Rilis Single “Defective”, Jeritan Metalcore tentang Relasi Toxic dan Kesehatan Mental

•

Band metalcore asal Yogyakarta, Deathpole, kembali mengguncang skena musik keras dengan merilis single berjudul “Defective”. Lagu ini bukan sekadar pelampiasan amarah, melainkan sebuah refleksi tajam tentang hubungan toksik, ego manusia, dan perjuangan kesehatan mental yang kerap terabaikan.

Dengan balutan modern metalcore yang agresif dan emosional, Defective menjadi pernyataan sikap Deathpole terhadap romantisasi penderitaan serta realitas pahit yang kerap menghancurkan dari dalam.


Filosofi Nama Deathpole: Dari Keresahan Menuju Kesadaran

Nama Deathpole yang berarti tiang gantungan lahir dari keresahan mendalam terhadap meningkatnya kasus bunuh diri dan kematian sia-sia, akibat minimnya perhatian masyarakat terhadap isu mental illness serta kelalaian sistem yang seharusnya melindungi nyawa.

Deathpole hadir sebagai ruang untuk menyuarakan kegelisahan batin:
mengalirkan emosi melalui nada, merajam penyesalan di hadapan asa, dan mengajak pendengar bangkit dari keterpurukan mental, alih-alih terperangkap dalam keheningan yang mematikan.


Single “Defective”: Ketika Cinta Berubah Menjadi Luka

Narasi Hubungan Toksik dan Ego yang Menghancurkan

“Defective” menjadi peluru pertama Deathpole yang dirilis pada tahun 2025, direkam secara mandiri di Beskem Music Studio dan dirilis melalui BR Records.

Lagu ini menggambarkan relasi yang telah berubah menjadi obsesi menyiksa (torturous affection) saat kasih sayang tidak lagi menyembuhkan, melainkan melukai. Liriknya menyuarakan kesia-siaan dalam mencoba memperbaiki sesuatu yang telah hancur, sekaligus mengkritik upaya penyelamatan yang sejatinya hanyalah pelarian dari pikiran yang kacau (crooked mind).

Dengan nada sinis dan keras, Deathpole menggugat romantisasi cinta:
bahwa cinta tidak selalu menuntun pada keselamatan, dan ego sering kali menjadi penyebab utama penderitaan yang diciptakan sendiri.

Musik sebagai Media Kesadaran Mental Health

Dibalut distorsi bengis, teriakan penuh emosi, dan sentuhan modern metalcore, Defective bukan hanya luapan amarah melainkan ajakan sadar bagi pendengar yang mungkin berada dalam situasi serupa.

Deathpole mengingatkan bahwa di sekitar kita masih banyak teman dan saudara yang membutuhkan ruang untuk berkeluh kesah. Meningkatnya kasus bunuh diri adalah tanggung jawab bersama, dan musik bisa menjadi salah satu pintu untuk membuka percakapan itu.


Sejarah Deathpole: Manifestasi Bengis dari Kegeraman Batin

Deathpole adalah band metalcore asal Yogyakarta yang terbentuk pada tahun 2024. Dengan nuansa modern, Deathpole hadir sebagai manifestasi audial dari trans-estetika bengis perpaduan distorsi agresif, harmoni digital, dan ritme modern yang membekas di telinga siapa pun yang berjumpa dengan karya mereka.

Band ini terbentuk dari energi emosional positif para personil, yang telah belasan tahun berkecimpung di dunia musik melalui berbagai proyek dan band sebelumnya seperti Afela, No Footed Can!can!, Fortiz, Right Fist, BandIndie, Happy Insomnia, hingga Rabbit The Killer.

Formasi Deathpole saat ini terdiri dari:

  • Jafar Muhammad – vokal

  • Hijir Ismail – gitar

  • Rony Mahendra – bass

  • Arifianto Susilo Widagdo (Fian) – drum

  • Abim Auriza – synth / keys

Mengambil semangat dari musisi-musisi senior Yogyakarta, Deathpole muncul ke permukaan sebagai luapan kegeraman suara batin, mengajak para “pejuang hidup” untuk tetap berdiri di tengah ketidakpastian masa depan dan mengubah energi negatif menjadi kekuatan kolektif.


Dengarkan “Defective” dan Ikuti Deathpole

🎧 Spotify: Deathpole
▶️ YouTube: Deathpole
📷 Instagram: Deathpole

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *