Hardcore punk memang punya reputasi sebagai musik yang keras, agresif, dan penuh energi. Namun di balik distorsi, teriakan, dan gang vocal yang riuh, selalu ada ruang untuk sesuatu yang lebih personal yaitu tentang siapa kita, siapa yang berdiri di samping kita, dan bagaimana kita bertahan ketika keadaan sedang tidak berpihak.
Hal tersebut menjadi napas dari rilisan terbaru Holding True, unit hardcore punk asal Tangerang Selatan yang kembali dengan single kedua mereka.
Menariknya, single tersebut menggunakan nama yang sama dengan band “Holding True”.
Sebagai self-titled single, lagu ini tidak sekadar menjadi lanjutan perjalanan musik Holding True. Ia juga terasa seperti pernyataan tentang nilai yang ingin mereka pegang dengan tetap nyata, tetap jujur, saling menjaga, dan mempertahankan Positive Mental Attitude (PMA).
Ketika Nama Band Menjadi Pernyataan

Ada sesuatu yang menarik ketika sebuah band memilih menggunakan nama mereka sendiri sebagai judul lagu.
“Holding True” seolah menjadi cara band memperkenalkan kembali siapa mereka dan apa yang ingin mereka bawa.
Bukan hanya soal sound.
Bukan hanya soal energi hardcore.
Tetapi juga tentang prinsip.
Bagi Holding True, tetap holding true berarti berusaha tetap menjadi diri sendiri ketika keadaan di sekitar mulai berubah. Ketika tekanan datang, konflik muncul, atau situasi terasa kacau, mereka memilih untuk tidak kehilangan pegangan.
Karena itu, lagu ini terasa seperti perpanjangan dari identitas band itu sendiri.
PMA Bukan Sekadar Slogan
Salah satu nilai utama yang dibawa Holding True adalah Positive Mental Attitude atau PMA.
Dalam kultur hardcore, PMA sering hadir sebagai semangat untuk tetap bergerak, membangun solidaritas, dan tidak membiarkan keadaan menghancurkan diri sendiri maupun komunitas.
Namun bagi Holding True, PMA bukan sekadar tulisan di kaus atau slogan yang terdengar keren.
PMA mereka tempatkan sebagai cara menghadapi kehidupan.
Jatuh bukan berarti selesai.
Menghadapi tekanan bukan berarti harus menghadapinya sendirian.
Ketika konflik dan kekacauan datang, masih ada pilihan untuk tetap berdiri, saling menguatkan, kemudian melangkah lagi.
Pesan tersebut menjadi salah satu ruh utama “Holding True”.
Hardcore yang Tetap Agresif dan Jujur
Pesan yang positif tidak membuat Holding True harus melunakkan musik mereka.
Justru sebaliknya.
Secara musikal, “Holding True” tetap berdiri di atas karakter hardcore punk yang keras, agresif, dan penuh energi.
Permainan gitar, bass, dan drum bergerak dengan intensitas yang menjadi ciri khas genre tersebut. Vokal yang meledak kemudian diperkuat dengan semangat gang vocal dan sing-along, menciptakan atmosfer yang terasa dekat dengan kultur hardcore.
Di sinilah musik dan pesan Holding True bertemu.
Musiknya keras, tetapi bukan tanpa arah.
Energinya agresif, tetapi diarahkan pada sesuatu yang lebih kolektif yaitu unity, friendship, honesty, resistance, dan Positive Mental Attitude.
Hardcore sebagai Ruang untuk Saling Menjaga
Ada satu hal yang sejak lama menjadi bagian penting dari kultur hardcore yaitu rasa kebersamaan.
Sebuah lagu bisa diteriakkan bersama-sama oleh banyak orang. Satu bagian vokal bisa berubah menjadi suara kolektif ketika seluruh ruangan ikut bernyanyi.
Semangat tersebut terasa relevan dengan apa yang ingin dibawa Holding True.
“Holding True” tidak menempatkan perjuangan sebagai sesuatu yang harus dilakukan sendirian.
Ketika seseorang jatuh, ada teman yang bisa menariknya kembali.
Ketika seseorang sedang berada di titik sulit, ada ruang untuk saling menguatkan.
Dan ketika semuanya terasa kacau, setidaknya masih ada orang-orang yang memilih untuk tetap berdiri bersama.
Dalam konteks tersebut, gang vocal dan sing-along bukan cuma elemen musikal, tetapi juga cocok dengan pesan kolektif yang ingin mereka sampaikan.
Langkah Kedua Holding True, Identitas yang Makin Tegas
Sebagai single kedua, “Holding True” menjadi langkah lanjutan bagi band untuk mempertegas arah mereka.
Jika rilisan pertama adalah bagian dari proses memperkenalkan nama Holding True, kali ini mereka seperti ingin mengatakan dengan lebih jelas tentang nilai apa yang berada di balik nama tersebut.
Babas pada gitar/vokal, Andre pada bass/vokal, Ervin pada drum, dan Rijal pada vokal membawa energi hardcore yang tidak hanya mengandalkan intensitas musik.
Ada prinsip yang ingin dipertahankan.
Ada persahabatan yang ingin dijaga.
Dan ada semangat untuk tetap bergerak meski hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan.
“Holding True” akhirnya menjadi lebih dari sekadar nama lagu. Ia adalah pernyataan sederhana yaitu tetap nyata, tetap jujur, tetap bersama, dan tetap berdiri ketika keadaan mencoba menjatuhkan.
Tentang Holding True

Holding True merupakan band hardcore punk asal Tangerang Selatan yang diperkuat oleh Babas (Guitar/Vocal), Andre (Bass/Vocal), Ervin (Drum), dan Rijal (Vocal).
Melalui musik yang mentah, agresif, dan penuh energi, Holding True membawa nilai-nilai yang dekat dengan kultur hardcore seperti unity, friendship, honesty, resistance, serta Positive Mental Attitude (PMA).
“Holding True” merupakan single kedua sekaligus self-titled single mereka, yang menjadi bagian dari langkah band dalam mempertegas identitas dan nilai yang mereka bawa.
Sosial Media dan Streaming Holding True
- Instagram: @stillholdingtrue
- Spotify: Holding True
- Youtube: Holding True







Leave a Reply