13 Februari 2026 menjadi momen penting bagi Killing Me Inside RE:UNION. Trio yang diperkuat oleh Onadio Leonardo, Sansan, dan Raka resmi merilis single terbaru bertajuk “Senyawa dan Candu” sebuah karya yang bukan sekadar rilisan, melainkan penanda fase baru setelah melewati masa sulit.
Single ini menjadi simbol kebangkitan sekaligus refleksi personal, menegaskan bahwa RE:UNION kini hadir dengan wajah dan semangat yang berbeda.
Pesan Personal dari Masa Rehabilitasi

“Senyawa dan Candu” ditulis langsung oleh Onadio Leonardo saat menjalani masa rehabilitasi selama tiga bulan. Lagu ini lahir dari proses kontemplasi mendalam tentang penyesalan, kesalahan fatal di masa lalu, dan keinginan untuk memperbaiki diri.
Onad menyebut lagu ini sebagai karya paling personal yang pernah ia buat. Liriknya terasa jujur, intim, dan penuh kesadaran diri sebuah pengakuan terbuka yang dibalut dengan aransemen yang lebih dewasa.
Berbeda dari rilisan sebelumnya, kali ini mereka menggunakan Bahasa Indonesia, langkah yang sudah lama tidak mereka ambil. Secara musikal, proses pengerjaan turut melibatkan Raka, Sansan, dan Rudye, menghasilkan warna yang lebih pop, lebih hangat, namun tetap menyimpan karakter emosional khas Killing Me Inside.
Rebranding: Dari Gelap Menuju Lebih Cerah
Lewat “Senyawa dan Candu”, Killing Me Inside RE:UNION juga melakukan rebranding. Jika sebelumnya identik dengan nuansa gelap dan intens, kini mereka tampil dengan visual yang lebih cheerful dan pendekatan musik yang lebih ramah di telinga tanpa kehilangan identitas emosional yang menjadi fondasi mereka.
Transformasi ini terasa sebagai simbol perjalanan baru: bukan menghapus masa lalu, melainkan berdamai dengannya.
2026 Jadi Tahun Sibuk RE:UNION
Single ini menjadi pembuka dari rangkaian rencana besar mereka di tahun 2026. Selain promosi “Senyawa dan Candu”, Killing Me Inside RE:UNION juga telah menyiapkan sebuah EP yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk menjawab kerinduan para penggemar.
Dengan semangat baru dan arah musikal yang lebih matang, trio ini menunjukkan bahwa fase RE:UNION bukan sekadar nostalgia melainkan evolusi.
Sudah Tersedia di Semua Platform Digital
“Senyawa dan Candu” sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming musik digital. Lagu ini menjadi ajakan untuk merayakan proses bangkit bahwa setiap kesalahan bisa menjadi titik awal perubahan.
Informasi & Media Sosial
🎧 Spotify: Senyawa dan Candu
▶️ YouTube: Senyawa dan Candu
📷 Instagram: @reunion_jkt







Leave a Reply