loader image

Masked Monday Suguhkan Sisi Hangat Pop-Punk Lewat “Punk & Pelukan”

•

Ada satu hal yang sering melekat pada punk yaitu keras, berisik, marah, dan melawan. Namun bagi Masked Monday, semangat punk ternyata bisa mengambil bentuk yang jauh lebih personal.

Unit pop-punk asal Tangerang Raya ini menghadirkan single ketiganya, “Punk & Pelukan”, sebuah lagu yang membawa sisi hangat dari kehidupan di tengah kerasnya kota. Rilisan ini sekaligus menjadi langkah lanjutan mereka menuju EP perdana, setelah sebelumnya memperkenalkan diri lewat “Relakan” dan “FALLIN’”.

Alih-alih sekadar mengandalkan energi pop-punk, “Punk & Pelukan” membawa cerita tentang hubungan, luka, kehidupan sebagai pekerja, hingga kebutuhan manusia untuk memiliki tempat aman ketika dunia di luar terasa semakin melelahkan.

Di Balik Distorsi, Ada Cerita Tentang Rumah

“Punk & Pelukan” berangkat dari pengalaman personal salah satu personel Masked Monday bersama istrinya.

Keduanya bukan pasangan yang digambarkan sempurna. Ada luka, kegagalan, keterpurukan, dan berbagai persoalan hidup yang harus dihadapi bersama. Di sisi lain, kerasnya kehidupan perkotaan juga menjadi bagian dari realitas yang tidak bisa begitu saja dihindari.

Namun daripada menyerah pada keadaan, mereka memilih untuk tetap berjalan bersama.

Rumah kemudian menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar tempat tinggal. Ia menjadi ruang untuk pulang, menjadi diri sendiri, saling menguatkan, dan memulihkan diri setelah seharian berhadapan dengan dunia.

Dari pengalaman itulah gagasan “Punk & Pelukan” menemukan bentuknya.

“Punk juga punya sisi hangat tentang kesetiaan, cinta, dan tempat untuk pulang.”

Kalimat tersebut merangkum cara Masked Monday melihat punk melalui perspektif yang berbeda. Perlawanan tidak selalu harus diwujudkan lewat kemarahan. Bertahan bersama orang yang dipilih juga bisa menjadi bentuk keberanian.

Punk yang Tidak Takut Menunjukkan Sisi Lembut

Bagi Masked Monday, punk dalam lagu ini bukan cuma tentang suara keras atau sikap melawan.

Ada kesetiaan di dalamnya. Ada cinta. Ada keberanian untuk tetap bertahan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.

“Punk & Pelukan” seolah mengingatkan bahwa seseorang boleh saja keras menghadapi dunia, tetapi tetap membutuhkan tempat untuk menurunkan pertahanan.

Tempat untuk bernapas.

Tempat untuk merasa aman.

Dan seseorang yang bisa dipeluk ketika semuanya terasa terlalu berat.

Pesan tersebut kemudian diperluas menjadi gagasan tentang menjaga ketenangan, kewarasan, sekaligus terus memperjuangkan hak-hak hidup.

Dunia boleh kacau dan hidup boleh keras. Tapi selama masih ada orang-orang yang berjalan bersama, semuanya tetap layak diperjuangkan.

Dari “Relakan” hingga “Punk & Pelukan”

“Punk & Pelukan” menjadi bagian ketiga dari rangkaian karya Masked Monday menuju EP debut.

Sebelumnya, mereka membuka perjalanan lewat “Relakan”, kemudian melanjutkannya dengan “FALLIN’”. Jika dua rilisan tersebut menjadi bagian dari proses memperkenalkan karakter Masked Monday, single terbaru ini memperlihatkan bagaimana mereka semakin nyaman membawa pengalaman personal ke dalam musik.

Ketiga lagu tersebut sekaligus menjadi fondasi menuju materi EP yang akan datang.

Ada kejujuran yang menjadi benang merahnya mereka mengambil cerita dari kehidupan nyata dan membawanya ke dalam format pop-punk yang enerjik tanpa harus kehilangan sisi manusianya.

Empat Breadwinner di Balik Masked Monday

Masked Monday dihuni oleh empat personel yang tidak hanya memainkan musik, tetapi juga menjalani kehidupan sebagai tulang punggung keluarga.

Mereka adalah Ahmed (vokal/gitar), Santo (gitar), Abim (bass), dan Ramdan (drum).

Identitas sebagai breadwinner menjadi bagian menarik dari cerita Masked Monday. Musik mereka tidak lahir dari ruang yang jauh dari realitas, tetapi dari kehidupan sehari-hari dengan segala tanggung jawab, tekanan, hubungan, dan perjuangannya.

Karena itu, cerita yang mereka bawa terasa sangat dekat dan relate yaitu tentang hidup yang kadang berantakan, tetapi tetap harus dijalani.

Menuju EP Perdana

Setelah tiga single, Masked Monday kini semakin dekat dengan perilisan EP perdana mereka.

“Punk & Pelukan” menjadi salah satu penanda bahwa perjalanan menuju EP tersebut tidak hanya berbicara soal musik yang semakin matang, tetapi juga tentang cerita yang ingin mereka tinggalkan.

Jika punk bisa menjadi suara untuk melawan keadaan, maka bagi Masked Monday, punk juga bisa menjadi suara untuk menjaga orang-orang yang kita cintai.

Sebab pada akhirnya, di balik segala kebisingan dan kerasnya kehidupan, manusia tetap membutuhkan tempat untuk pulang.

Dan mungkin, sesederhana sebuah pelukan.

Tentang Masked Monday

Masked Monday merupakan unit pop-punk asal Tangerang yang digawangi oleh Ahmed (vokal/gitar), Santo (gitar), Abim (bass), dan Ramdan (drum).

Berangkat dari pengalaman nyata kehidupan para personelnya sebagai breadwinner, Masked Monday menghadirkan musik pop-punk yang enerjik dengan cerita-cerita personal tentang kehidupan, hubungan, perjuangan, dan berbagai realitas yang dekat dengan pendengarnya.

Sosial Media dan Streaming MASKED MONDAY

One response to “Masked Monday Suguhkan Sisi Hangat Pop-Punk Lewat “Punk & Pelukan””

  1. itoru Avatar

    Tulisan yang sangat menarik…
    Pembawaan cerita yang mengalir membuat saya sebagai pembaca terlena mengikuti alur emosi penulis ketika bernarasi membongkar latar belakang sebuah single yang memang sungguh emosional sewajarnya pengalaman pribadi.

    Sukses ya untuk semuanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *