loader image

PBB ’26 Sukses Digelar Dua Hari, Ribuan Penonton Tetap Merayakan Musik di Tengah Guyuran Hujan

•

Guyuran hujan yang mengguyur kawasan Gelora Pakansari, Cibinong, selama dua hari berturut-turut tak mampu meredam semangat ribuan penonton yang hadir di Pesta Bebas Berselancar (PBB) ’26. Festival musik persembahan Memorise Fun Club itu sukses menghadirkan pengalaman yang lebih besar dengan untuk pertama kalinya diselenggarakan selama dua hari penuh pada 20–21 Juni 2026.

Mengusung tema “Selamat Datang Kembali”, PBB ’26 bukan sekadar festival musik. Acara ini menjadi ruang pertemuan bagi musisi, komunitas, pelaku kreatif, UMKM, hingga para penikmat musik yang kembali berkumpul dalam satu perayaan penuh kebersamaan.


PBB ’26 Hadir Lebih Besar dengan Format Dua Hari

Edisi 2026 menjadi tonggak baru dalam perjalanan Pesta Bebas Berselancar. Penyelenggaraan selama dua hari memberikan ruang yang lebih luas bagi pengunjung untuk menikmati keseluruhan pengalaman festival, mulai dari konser musik, program komunitas, hingga berbagai kolaborasi kreatif.

Festival Commissioner PBB, Aditya Muhammad, menyebut format baru ini sebagai langkah penting dalam perkembangan festival.

“Tahun ini menjadi langkah baru bagi PBB. Dengan penyelenggaraan selama dua hari, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih utuh bagi penonton, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi musisi, komunitas, dan berbagai kolaborasi kreatif untuk tumbuh bersama.”

Dengan durasi yang lebih panjang, PBB berhasil memperkuat identitasnya sebagai festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah tumbuh bagi ekosistem kreatif.


Lebih dari 24 Musisi Meriahkan Dua Panggung Utama

Selama dua hari penyelenggaraan, PBB ’26 menghadirkan lebih dari 24 musisi lintas genre yang tampil di dua panggung utama.

Deretan nama besar yang memeriahkan festival antara lain:

  • Tulus
  • Hindia
  • .Feast
  • Nadin Amizah
  • Reality Club
  • Sal Priadi
  • Perunggu
  • FSTVLST
  • The Adams
  • Ayu Ting Ting
  • Kelompok Penerbang Roket

Selain penampilan reguler, festival juga menghadirkan sejumlah kolaborasi eksklusif yang hanya dapat disaksikan di PBB ’26.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Senandung Penghujung Senja, yang mempertemukan Parade Hujan, Danilla Riyadi, dan Endah n Rhesa.
  • The Panturas Set Jepun bersama Tarawangsa Wellas.
  • Kolaborasi lintas kota Skandal x Swellow, yang menyatukan energi musik independen Yogyakarta dan Bogor.

Kolaborasi-kolaborasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama festival tahun ini.


Tengkulak Kalcer Jadi Ruang Berkembangnya Komunitas Kreatif

Tidak hanya menghadirkan konser musik, PBB ’26 kembali menghidupkan Tengkulak Kalcer sebagai ruang ekspresi komunitas lokal.

Berkolaborasi dengan Surau Creative, area ini berkembang menjadi panggung yang mempertemukan berbagai disiplin seni dalam satu ruang kreatif.

Salah satu program yang paling menyita perhatian adalah Halftime Show, sebuah pertunjukan kolaboratif antara kelompok teater Taat SMK 1 Tajurhalang dan pertunjukan fire dance.

Selama festival berlangsung, pengunjung juga menikmati beragam penampilan komunitas seperti:

  • Musik reggae Bogor
  • Pertunjukan karinding
  • Rampak puisi
  • Tari kontemporer
  • Kolaborasi black metal dengan pantomim

Keberagaman program tersebut memperlihatkan bagaimana PBB terus memberi ruang bagi komunitas lokal untuk berkembang bersama.


Festival Musik yang Inklusif dan Berkelanjutan

Selain memperluas pengalaman musikal, PBB ’26 juga menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas.

Festival kembali menyediakan:

  • Area prioritas bagi penyandang disabilitas.
  • Area khusus bagi ibu hamil.
  • Fasilitas yang lebih nyaman untuk seluruh pengunjung.

Sementara itu, sektor ekonomi kreatif turut mendapat perhatian melalui kehadiran lebih dari 32 tenant UMKM lokal yang mengisi area Dermaga Kuliner.


Berhasil Kelola 1,2 Ton Sampah Bersama Matters Project

Komitmen terhadap keberlanjutan menjadi salah satu pencapaian penting PBB ’26.

Bekerja sama dengan Matters Project sebagai Waste Ranger, festival berhasil mengelola sekitar:

  • 388,45 kilogram sampah plastik
  • 821,55 kilogram sampah residu

Dengan total pengelolaan mencapai sekitar:

1,2 ton sampah

Kolaborasi tersebut juga menghasilkan 609,87 kilogram carbon saving, menunjukkan bahwa festival musik dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.


Kolaborasi Visual hingga Merchandise Eksklusif

Pengalaman festival semakin lengkap melalui sentuhan visual dari ilustrator asal Bogor Piqree, yang dipercaya merancang key visual resmi PBB ’26 sekaligus merchandise festival.

Pengunjung juga dapat memperoleh berbagai merchandise hasil kolaborasi bersama:

  • Kelompok Penerbang Roket
  • Sukses Lancar Rejeki
  • The Panturas

Selain itu, instalasi interaktif dari kolektif kreatif P Dalam Gang turut memperkaya pengalaman visual sepanjang festival berlangsung.


Musik Menjadi Alasan untuk Selalu Kembali

Meski hujan terus mengguyur sepanjang dua hari penyelenggaraan, semangat ribuan penonton tetap bertahan hingga akhir acara.

Atmosfer hangat yang tercipta menjadi bukti bahwa musik masih menjadi ruang yang mampu menyatukan berbagai latar belakang dalam satu pengalaman kolektif.

Menurut Aditya Muhammad, semangat para penonton, musisi, komunitas, hingga seluruh kolaborator menjadi energi utama bagi perjalanan PBB di masa mendatang.

“PBB terus tumbuh bersama komunitas yang ada di dalamnya. Melihat antusiasme penonton, musisi, dan seluruh kolaborator sepanjang dua hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan festival yang relevan, inklusif, dan selalu dinantikan setiap tahunnya.”

Dengan penyelenggaraan yang semakin matang, Pesta Bebas Berselancar kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival musik independen yang tidak hanya menghadirkan konser, tetapi juga membangun ruang kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan.


Tentang Pesta Bebas Berselancar (PBB)

Pesta Bebas Berselancar (PBB) merupakan festival musik tahunan yang digagas oleh Memorise Fun Club. Berbasis di Bogor, festival ini dikenal sebagai ruang temu bagi musisi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, seniman visual, hingga penikmat musik dari berbagai daerah.

Melalui konsep yang terus berkembang setiap tahunnya, PBB tidak hanya menghadirkan deretan musisi lintas genre, tetapi juga mengedepankan kolaborasi seni, pemberdayaan komunitas lokal, inklusivitas, serta praktik penyelenggaraan festival yang lebih berkelanjutan.


Informasi Festival

Nama Festival
Pesta Bebas Berselancar (PBB) ’26

Tanggal
20–21 Juni 2026

Lokasi
Gelora Pakansari, Cibinong, Bogor

Penyelenggara
Memorise Fun Club

Tema
Selamat Datang Kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *