Rammadhanial kembali mengukuhkan langkah mereka di skena pop-punk Indonesia melalui perilisan “Studio Session 2026”, sebuah proyek live session yang bukan sekadar penampilan musik, melainkan ruang transisi menuju fase baru dalam perjalanan mereka.
Lebih dari sekadar dokumentasi performa, Studio Session 2026 dirancang sebagai medium yang memperlihatkan wajah Rammadhanial secara lebih utuh baik dari sisi musikalitas maupun narasi personal yang selama ini jarang terekspos.
Menjembatani Masa Lalu dan Masa Depan

Dalam sesi ini, Rammadhanial membawakan sejumlah materi terbaru yang akan hadir dalam album kedua mendatang, seperti “Nishkala”, “Utopia”, “Distopia”, serta “Enjoy The Tragedy (In Every Way)”.
Sebagai pengikat perjalanan, mereka juga menghadirkan “Enigma Rasa”, lagu dari album perdana yang menjadi benang merah antara identitas lama dan arah musikal yang kini terus berkembang.
Pendekatan ini menjadikan Studio Session 2026 sebagai titik temu sebuah ruang di mana nostalgia, eksplorasi, dan evolusi bertemu dalam satu waktu.
Lebih dari Live Session: Musik dan Cerita yang Berjalan Bersama
Yang membuat proyek ini terasa berbeda adalah bagaimana Rammadhanial tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga membuka ruang percakapan.
Melalui versi video yang telah dirilis di kanal YouTube resmi mereka, penonton diajak menyelami proses kreatif hingga dinamika internal band lewat sesi wawancara yang dipandu oleh komika asal Banjarnegara, Nizar Maghriza.
Format ini menghadirkan pengalaman yang lebih intim seolah penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ikut duduk di dalam ruang yang sama, mendengar cerita di balik setiap lagu.
Produksi Hangat, Energi Tetap Autentik
Proses produksi dilakukan di Ihan Studio, dengan pendekatan audio-visual yang menjaga kehangatan live performance tanpa kehilangan kedalaman produksi.
Recording dipimpin oleh Arroyhan, sementara tahap editing, mixing, dan mastering ditangani oleh Ananta Ajie di Medusa Records. Hasilnya adalah kualitas suara yang tetap organik, namun presisi secara teknis.
Visual produksi turut digarap oleh Fauzi Priyadi (Ojay) dan tim, menghadirkan tampilan yang sederhana namun efektif dalam menangkap emosi setiap performa.
Formasi Baru, Energi Baru
“Studio Session 2026” juga menjadi momen penting dengan bergabungnya Enriko Reksi sebagai drummer resmi.
Kehadirannya membawa dinamika baru dalam tubuh band memberikan fondasi ritmis yang lebih solid sekaligus membuka kemungkinan eksplorasi sound yang lebih luas ke depannya.
Fase Transisi: Dari Pop-Punk ke Narasi yang Lebih Dalam
Secara konseptual, proyek ini merepresentasikan fase transisi dalam perjalanan Rammadhanial.
Mereka tetap berpijak pada akar pop-punk yang menjadi identitas awal, namun kini hadir dengan pendekatan yang lebih matang baik dalam komposisi, aransemen, maupun cara menyampaikan pesan.
“Lima kepala dalam satu nama, Rammadhanial hadir sebagai penyintas di titik berangkat yang sama: pop-punk. Orkestrasi ini adalah bagian dari kepingan nyalak yang berserak, kemudian lebur dalam satu aksi,” ujar Boby Prakoso.
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana Rammadhanial kini tidak lagi sekadar band dengan energi, tetapi juga dengan kesadaran penuh terhadap arah artistik mereka.
Menuju Album Kedua: Eksplorasi yang Lebih Luas
Studio Session 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Rammadhanial tengah mempersiapkan sesuatu yang lebih besar album kedua yang digadang akan membawa pendekatan musikal yang lebih eksploratif dan naratif.
Dengan materi seperti “Distopia”, “Utopia”, dan “Nishkala”, mereka mulai memperlihatkan spektrum emosi yang lebih luas dari kegelisahan, refleksi, hingga penerimaan.
Proyek ini sekaligus menjadi pengingat bahwa musik bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga perjalanan panjang yang membentuknya.
Tentang Rammadhanial
Rammadhanial adalah band pop-punk/alternative rock asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Awalnya merupakan proyek solo dari Hany Wahyu, Rammadhanial kemudian berkembang menjadi format full band dengan melibatkan musisi dari berbagai latar belakang.
Kini beranggotakan:
- Hany Wahyu (vokal, gitar)
- Rosyid Imron (bass)
- Enggel Setiawan (gitar)
- Satya Nugroho (keyboard)
- Enriko Reksi (drum)
Dengan karakter distorsi gitar yang kuat, tempo dinamis khas pop-punk, serta tambahan elemen keyboard, Rammadhanial menghadirkan warna musik yang emosional namun tetap enerjik.
Sosial Media & Streaming Rammadhanial
- YouTube: Rammadhanial
- Spotify: Rammadhanial
- Instagram: @rammadhanialmusic







Leave a Reply