Setelah Lebih dari 20 Tahun Berkarya, Rosemary Hadir dengan Eneri yang Lebih Matang dan Tetap Tajam
Unit skate-punk veteran asal Bandung, Rosemary, resmi merilis album penuh keempat mereka bertajuk “SIMPLE COMEDY” di bawah naungan Brokenboard Records. Album ini menjadi penanda perjalanan panjang Rosemary yang telah lebih dari dua dekade bertahan di skena musik independen Indonesia.
Setelah sebelumnya memperkenalkan single “Land of War”, Rosemary kini menghadirkan “SIMPLE COMEDY” sebagai rangkuman perjalanan emosional, sosial, hingga dinamika kehidupan yang mereka alami selama bertahun-tahun berkarya.
Tetap berpijak pada akar skate-punk 90-an yang cepat, eksplosif, dan penuh energi, album ini juga menghadirkan pendekatan produksi yang lebih matang, tajam, dan modern tanpa kehilangan karakter khas Rosemary.
“SIMPLE COMEDY”: Menertawakan Tragedi Kehidupan dengan Cara Sederhana

Secara konseptual, “SIMPLE COMEDY” lahir dari keresahan sekaligus refleksi atas realitas kehidupan sehari-hari yang sering kali terasa absurd, melelahkan, bahkan tragis.
Namun alih-alih tenggelam dalam ratapan, Rosemary memilih melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih lugas: menerima kekacauan hidup sambil tetap tertawa menjalaninya.
Indra Gatot menjelaskan bahwa judul album ini dipilih sebagai metafora tentang bagaimana manusia menghadapi hidup yang kompleks dengan cara yang lebih sederhana.
“Hidup itu seringkali tragis kalau kita terlalu dalam meratapinya, tapi akan terasa seperti ‘Simple Comedy’ kalau kita bisa menertawakan kesulitan tersebut. Album ini adalah rangkuman dari tawa, keringat, dan keras kepala kami selama bertahun-tahun di dalam industri musik tanah air,” ujar Gatot.
Pendekatan tersebut membuat “SIMPLE COMEDY” terasa lebih personal dan reflektif dibanding rilisan-rilisan Rosemary sebelumnya yang banyak berbicara soal pemberontakan dan perlawanan sosial.
Kini, Rosemary lebih banyak berbicara tentang ketangguhan, bertahan hidup, dan menghadapi realitas tanpa kehilangan identitas diri.
Memadukan Energi Skate-Punk 90-an dengan Produksi Modern
Dari sisi musikalitas, “SIMPLE COMEDY” tetap mempertahankan DNA skate-punk cepat ala Rosemary yang menjadi identitas mereka sejak akhir 90-an.
Namun kali ini, album tersebut hadir dengan pendekatan produksi yang lebih modern, jernih, dan memiliki impact yang lebih besar.
Bane (Akbar Hakim), yang dipercaya sebagai produser musik album ini, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam proses produksi adalah menjaga energi liar Rosemary tetap terasa tanpa membuat aransemen terdengar berantakan.
“Secara produksi, ‘SIMPLE COMEDY’ adalah tantangan untuk menyeimbangkan energi musik punk ala Rosemary yang liar dengan aransemen yang lebih rapi dan sharp. Kita pengen pendengar merasakan ledakan yang sama seperti di panggung, namun dengan kualitas audio yang lebih matang dan berkarakter,” jelas Bane.
Eksplorasi tersebut juga diperkuat dengan tambahan elemen instrumen seperti music programming, keyboard, hingga lapisan vokal tambahan yang memperkaya tekstur musik Rosemary tanpa menghilangkan esensi punk mereka.
Hasilnya adalah album yang tetap agresif, cepat, dan penuh energi, namun terdengar lebih solid serta emosional.
Menjadi Penanda Eksistensi Rosemary di Skena Independen
Lebih dari sekadar rilisan baru, “SIMPLE COMEDY” menjadi simbol konsistensi Rosemary sebagai salah satu unit skate-punk yang terus bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Sejak terbentuk pada 1997, Rosemary dikenal bukan hanya sebagai band, tetapi juga bagian dari subkultur kreatif independen Bandung yang aktif membangun komunitas melalui musik dan berbagai aktivitas kolektif lainnya.
Dengan basis massa loyal yang terus tumbuh selama bertahun-tahun, Rosemary tetap menjadi salah satu nama penting dalam perkembangan skate-punk Indonesia.
Album ini sekaligus menjadi bukti bahwa energi punk tidak selalu harus diwujudkan lewat kemarahan, tetapi juga bisa hadir melalui keteguhan untuk terus hidup, berkarya, dan menertawakan kekacauan hidup bersama-sama.
“SIMPLE COMEDY” Sudah Tersedia di Seluruh Platform Digital
Album penuh keempat Rosemary, “SIMPLE COMEDY”, kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital dan dapat dinikmati oleh para pendengar di seluruh dunia.
Album Credits
Executive Producer
Brokenboard Records (@brokenboard.records)
Music Producer
Akbar Hakim / Bane (@bane______)
Music Production
Wowma Studios (@wowmastudios)
Funhouse Project Studio (@fh_rec)
Additional Musician
- Add Guitar: Naufal Haqi (@nauvalhaqi)
- Add Music Programming & Keyboard: Sifa M. Fatah (@sifamfatah)
- Add Vocal: Ziana Levi “The Star” (@zianalevy)
Artwork & Visual
- Artwork: Hari Fadil (@harifadil)
- Band Photography: Widian Lesmana (@widianless)
Audio Production
Mixing & Mastering: Holimix Studio (@holimix_studio)
Rosemary Is:
- Indra Gatot — Guitar / Vocal
- Bane — Guitar / Vocal
- Fajar Juliandri — Bass / Vocal
- Denny Hsu — Drum
Tentang Rosemary
Rosemary adalah unit skate-punk asal Bandung yang telah aktif sejak 1997. Dikenal lewat energi panggung yang eksplosif dan konsistensi dalam membangun subkultur independen, Rosemary terus menjadi bagian penting dari perkembangan skate-punk Indonesia selama lebih dari dua dekade.







Leave a Reply