Band alternatif asal Kota Malang, SAHARSA, kembali menunjukkan sisi paling jujur dan emosional mereka lewat single terbaru bertajuk “Api dan Amarah” yang resmi dirilis pada 26 Desember 2025. Lagu ini menjadi medium pelampiasan atas tekanan, hinaan, dan keraguan yang selama ini mereka terima dalam perjalanan bermusik.
Dengan pendekatan rock alternatif yang lebih agresif, “Api dan Amarah” hadir sebagai pernyataan sikap: tentang berdiri tegak, melawan cibiran, dan membuktikan bahwa produktivitas adalah jawaban paling lantang.
“Api dan Amarah”: Ketika Cacian Menjadi Bahan Bakar Berkarya

Single ini lahir dari akumulasi emosi para personel SAHARSA terhadap komentar negatif yang tak lagi bersifat kritik, melainkan serangan personal. Hinaan, makian, dan penilaian sepihak yang terus berulang akhirnya memantik api kemarahan yang kemudian mereka ubah menjadi karya.
Nuansa Musik yang Emosional dan Menggugah
Secara musikal, “Api dan Amarah” dipenuhi:
-
Riff gitar yang kasar dan emosional
-
Dinamika rock alternatif yang intens
-
Lirik lugas dengan muatan amarah dan perlawanan
Setiap elemen musik dirancang untuk merepresentasikan ledakan emosi yang selama ini terpendam. Lagu ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi SAHARSA, tetapi juga cermin bagi pendengar yang pernah berada di posisi serupa.
Pesan Lagu: Berdiri Tegak di Tengah Tekanan
Amarah yang Diolah, Bukan Dilampiaskan Sembarangan
Alih-alih membalas hinaan dengan kemarahan kosong, SAHARSA memilih jalur yang lebih bermakna: berkarya lebih keras. Lagu ini menegaskan bahwa ketika hinaan tak lagi bisa dibendung, pilihan terbaik adalah terus melangkah dan membuktikan nilai diri melalui konsistensi.
Potongan lirik seperti:
“Hey kan kuguncang dunia dengan tanganku, hey dan saksikanlah kemenanganku…”
menjadi mantra perlawanan ajakan untuk percaya pada proses dan hasil kerja sendiri.
Menuju Album Kedua: Fase Baru SAHARSA
Setelah merilis album perdana “Resonansi Ayat 1” pada Januari 2025, SAHARSA tidak berhenti bereksplorasi. Menjelang album kedua, mereka telah memperkenalkan dua single penting:
-
“Blurãnge”
-
“Api dan Amarah”
Kedua lagu ini menandai arah musikal baru yang lebih matang, berani, dan emosional menunjukkan evolusi SAHARSA sebagai band yang tidak takut menyuarakan kegelisahan.
Tentang SAHARSA
Dari Organisasi Kampus Menuju Panggung Nasional
SAHARSA berasal dari Malang, terbentuk pada 30 November 2022. Band ini lahir dari pertemuan para personelnya di organisasi seni musik LAISOS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Awalnya sering tampil bersama secara acak sebagai perwakilan organisasi, hingga akhirnya chemistry yang kuat mendorong mereka membentuk band secara serius.
Nama SAHARSA diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti bersenang-senang sebuah ironi manis dari musik mereka yang kerap membahas emosi, perenungan, dan spiritualitas.
Formasi SAHARSA
-
Selfi – vokal
-
Nasal – vokal
-
Satrio – gitar
-
Rama – gitar
-
Taufik – bass
-
Deansyah – keyboard
Perjalanan Karier & Panggung Besar
Sejak awal kariernya, SAHARSA telah merilis dua single awal “Jurang Asmara” dan “Nur”, yang mencatat puluhan hingga ratusan ribu stream di Spotify. Album “Resonansi Ayat 1” kemudian mengukuhkan mereka sebagai band alternatif dengan tema hidup, cinta, dan spiritualitas.
Dalam perjalanan live performance, SAHARSA telah tampil di berbagai acara besar, di antaranya:
-
FISTERIA 10 – Graha Cakrawala UM (bersama Vierratale & Fiersa Besari)
-
OFF THE WEEKEND (OTW) – Lapangan Rampal
-
CITAKARA 31 – SMAN 1 Sumberpucung (bersama Yovie & Nuno)
Serta berbagai festival kampus dan pentas seni sekolah di Jawa Timur dan sekitarnya.







Leave a Reply