loader image

The Kick Rayakan Satu Dekade Lewat Album Diogenes, Potret Realita Memasuki Usia 30-an

•

Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh tahun di skena musik independen, The Kick akhirnya merilis album penuh bertajuk Diogenes, sebuah karya yang tidak lagi berbicara tentang ambisi masa muda, melainkan tentang bagaimana berdamai dengan kenyataan hidup ketika usia memasuki kepala tiga.

Dirilis secara resmi pada 10 Juli 2026, Diogenes memuat delapan lagu yang menjadi dokumentasi perjalanan emosional kelima personel The Kick. Mulai dari ketakutan, keterlambatan, pencapaian, hingga kemampuan untuk merayakan hal-hal sederhana di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.

Alih-alih menawarkan jawaban, album ini justru mengajak pendengar menikmati proses bertanya.


Diogenes: Ketika Realita Menggantikan Mimpi

Nama Diogenes dipilih bukan tanpa alasan.

Album ini terinspirasi dari sosok filsuf Yunani Diogenes, yang dikenal karena pemikirannya yang kritis terhadap nilai-nilai sosial dan kehidupan manusia. Semangat mempertanyakan kehidupan itulah yang menjadi benang merah album terbaru The Kick.

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang dipenuhi semangat perlawanan khas anak muda, Diogenes memperlihatkan fase baru band ini.

“Gambaran album ini mungkin seperti lungkrah. Bukan berarti menyerah, tetapi lebih ke tidak semua hal harus dimenangkan. Kami sudah tidak bisa teriak-teriak lantang dan melawan, tapi yang dilihat adalah realita,” ungkap Jiwe, vokalis sekaligus penulis sebagian besar materi dalam album ini.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran jelas mengenai perubahan perspektif The Kick setelah satu dekade berkarya.


Delapan Lagu, Delapan Potongan Kehidupan

Album Diogenes berisi delapan komposisi yang saling terhubung melalui tema besar tentang kedewasaan dan penerimaan.

Daftar lagu dalam album Diogenes:

  1. Void
  2. Dunia ke-3
  3. Barat
  4. Badai di Selatan
  5. Ambang Batas
  6. Brigade
  7. Isme-Isme
  8. Durhaka

Masing-masing lagu menghadirkan sudut pandang berbeda mengenai perjalanan hidup, mulai dari kegelisahan personal, pencarian makna, hingga kritik terhadap berbagai realitas sosial yang dihadapi generasi dewasa hari ini.


Dua Lagu Lama Hadir dalam Wajah Baru

Salah satu daya tarik utama Diogenes adalah hadirnya dua lagu yang diinterpretasikan ulang.

Badai di Selatan Bernapas dengan Nuansa New Wave

“Badai di Selatan” kembali dihadirkan melalui pendekatan musikal yang sepenuhnya baru.

Dengan sentuhan new wave, lagu ini memperoleh warna yang lebih atmosferik berkat keterlibatan Tama Mahdi (SKJ 94 dan additional keyboardist FSTVLST), yang berperan sebagai produser sekaligus komposer versi terbaru tersebut.

Barat: Interpretasi Baru atas Lagu Untitled Joy

Selain itu, The Kick juga membawakan kembali lagu “Barat”, sebuah interpretasi ulang dari karya milik Untitled Joy.

Menurut band, kedua lagu tersebut dipilih karena mampu merepresentasikan keseluruhan narasi yang ingin disampaikan melalui Diogenes.


Album Paling Eksperimental Sepanjang Karier The Kick

Proses produksi Diogenes dimulai sejak tahun 2025 melalui serangkaian workshop yang kemudian dilanjutkan dengan sesi rekaman di Cat Paws Lab.

Dalam pengerjaannya, The Kick mendapat dukungan dari:

  • Inamul Hasan (Recording Engineer)
  • Yoga Bhakti (Vocal Director)
  • Dhandy Satria (Sound Arrangement)

Album ini juga melibatkan sejumlah musisi tamu seperti:

  • Tama Mahdi – Synth, Keyboard, Producer
  • Ade Nugraha (Lost Stroom) – Trumpet
  • Daniel Doni (Lost Stroom) – Trombone
  • Fatkhunnur Mukhbitin – Komposer tambahan
  • Nico Okada – Penulis lirik “Barat”

Tak hanya itu, sejumlah rekan dekat band turut mengisi vokal latar yang semakin memperkaya karakter musikal album ini.

“Album ini lebih rasanya eksperimental, mencoba banyak tema. Menggunakan chord-chord yang menurutku aneh. Terus kami juga secara produksi lebih proper, lebih tahu mau sound-nya seperti apa,” ujar Ammar dan Arul, gitaris The Kick.

Pendekatan tersebut membuat Diogenes terasa sebagai rilisan paling matang sekaligus paling berani dalam katalog The Kick sejauh ini.


Awal Perayaan Satu Dekade The Kick

Perilisan Diogenes bukan menjadi garis akhir, melainkan awal dari rangkaian selebrasi satu dekade perjalanan The Kick.

Band asal Kotagede, Yogyakarta ini telah menyiapkan berbagai agenda lanjutan, di antaranya:

  • Perilisan video musik untuk beberapa lagu pilihan.
  • Album fisik edisi spesial.
  • Merchandise eksklusif.
  • Showcase dan tur.
  • Rencana penerbitan buku yang mendokumentasikan perjalanan sepuluh tahun The Kick.

Melalui rangkaian tersebut, Diogenes diharapkan menjadi arsip penting yang merekam perjalanan band sekaligus perubahan cara pandang para personelnya terhadap kehidupan.


Dari “Suburban Terror” Menuju Kedewasaan

Perjalanan The Kick dimulai pada 2016 dengan semangat yang sangat berbeda.

Single debut Tak Jelas (2017), EP Suburban Terror (2021), hingga maxi-single Renaisan (2024) banyak berbicara mengenai keresahan hidup sebagai anak muda di pinggiran Kota Yogyakarta.

Distorsi keras, tema-tema angst, dan kritik terhadap realitas sosial menjadi identitas utama mereka.

Kini, lewat Diogenes, The Kick tetap mempertahankan kejujuran tersebut, namun dengan sudut pandang yang lebih dewasa.

Album ini tidak lagi dipenuhi kemarahan, melainkan refleksi. Tidak lagi sibuk melawan semua hal, tetapi belajar memahami bahwa hidup tidak selalu harus dimenangkan.


Tentang The Kick

The Kick merupakan band rock asal Kotagede, Yogyakarta, yang terbentuk pada awal 2016. Band ini digawangi oleh Jiwe (vokal), Ammar (lead guitar), Arul (rhythm guitar), Adit (bass), dan Rizky (drum).

Mengawali perjalanan lewat single “Tak Jelas” (2017), kemudian EP Suburban Terror (2021), hingga maxi-single Renaisan (2024), The Kick dikenal sebagai band yang konsisten mengangkat keresahan sosial dan pengalaman hidup anak muda pinggiran kota melalui musik rock yang penuh energi.

Lewat album Diogenes, mereka memasuki fase baru yang lebih reflektif. Album ini menjadi dokumentasi tentang perubahan cara pandang terhadap kehidupan, menghadirkan delapan lagu yang merekam perjalanan emosional, penerimaan, serta realitas yang datang seiring bertambahnya usia.


Sosial Media dan Streaming The Kick

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *