Bab Kedua dari Kesepian yang Terjawab… Namun Tidak Utuh
Unit alternative shoegaze, The Mary’s Lost Gaze, kembali merilis single terbaru bertajuk “Wasted”, yang kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, YouTube Music, dan lainnya.
Single ini menjadi lanjutan dari rilisan sebelumnya, “Call Me Tonight” membawa narasi yang sama, namun dengan sudut pandang yang lebih pahit dan realistis.
Jika “Call Me Tonight” berbicara tentang kerinduan akan kehadiran seseorang di malam hari, maka “Wasted” adalah jawabannya sebuah koneksi yang hadir, namun tidak pernah benar-benar nyata.
“Wasted”: Tentang Kehadiran yang Sementara dan Rasa yang Terkuras

“Wasted” menggambarkan sebuah fase ketika seseorang akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan namun justru menyadari bahwa itu bukanlah yang sebenarnya dibutuhkan.
Lagu ini berbicara tentang:
- koneksi yang rapuh
- relasi yang hanya bertahan sesaat
- dan perasaan memberi terlalu banyak pada sesuatu yang semu
Ada kelelahan emosional yang perlahan muncul rasa terkuras, kehilangan arah, hingga akhirnya menyisakan kehampaan.
Bukan sekadar tentang patah hati, tapi tentang kesadaran:
bahwa tidak semua yang kita kejar layak untuk dipertahankan.
Nuansa Shoegaze yang Intim dan Menghanyutkan
Secara musikal, “Wasted” tetap membawa identitas khas The Mary’s Lost Gaze lapisan suara shoegaze yang tebal, atmosferik, dan emosional.
Distorsi yang membungkus melodi menciptakan ruang yang terasa:
- kabur
- tenggelam
- namun tetap intim
Vokal yang lembut namun rapuh berpadu dengan tekstur gitar yang berisik, menciptakan kontras antara keindahan dan kehancuran sebuah pendekatan klasik dalam spektrum shoegaze modern.
Potongan Lirik: Emosi yang Retak dan Berulang
Lirik dalam “Wasted” memperkuat nuansa kehilangan dan kekecewaan yang berulang:
“You fooled me once, then did it twice
I caught your lies, I paid the price”
“Why did you call me at night
Just to hold tight”
Potongan ini merefleksikan siklus hubungan yang tidak sehat di mana harapan terus dibangun, hanya untuk kembali runtuh.
Menuju EP Perdana: Rangkaian Cerita yang Terhubung
Perilisan “Wasted” menjadi bagian dari rangkaian materi yang tengah dipersiapkan oleh The Mary’s Lost Gaze untuk EP (Extended Play) perdana mereka.
EP ini direncanakan rilis dalam waktu dekat dan akan menjadi ruang eksplorasi penuh dari tema besar yang mereka bangun:
tentang kesepian, koneksi, dan kehilangan dalam relasi modern.
Tentang The Mary’s Lost Gaze
The Mary’s Lost Gaze adalah unit musik alternative shoegaze yang mengedepankan atmosfer, emosi, dan narasi personal dalam setiap karyanya.
Dengan pendekatan yang melankolis dan sinematik, mereka membangun lanskap suara yang tidak hanya untuk didengar, tetapi juga dirasakan mengajak pendengar masuk ke ruang yang samar antara kenyataan dan ilusi.
Kredit Rilisan
- Title: Wasted
- Artist: The Mary’s Lost Gaze
- Genre: Alternative / Shoegaze
- Producer & Co-Producer: Earen Inaldy & Brian
- Artwork: Haris
- Composed by: The Mary’s Lost Gaze
- Written by: Adelia
Dengarkan & Ikuti The Mary’s Lost Gaze
- Spotify: https://open.spotify.com/artist/3Vc2Kfr8byFlXS3DGwIhlq
- YouTube: https://www.youtube.com/@TheMarysLostGaze
- Instagram: https://www.instagram.com/themaryslostgaze/
- TikTok: https://www.tiktok.com/@themaryslostgaze_
Kontak
- Email: themaryslostgaze@gmail.com







Leave a Reply