loader image

Zannetive Perkenalkan Identitas Alternative Rock Lewat Double Single “KICK BACK // BEGITULAH SEHARUSNYA”

•

Kolektif alternative rock asal Magelang, Jawa Tengah, Zannetive, resmi memperkenalkan identitas musikal mereka melalui perilisan double single bertajuk “KICK BACK // BEGITULAH SEHARUSNYA” yang dirilis pada Februari 2026.

Menjadi langkah awal perjalanan mereka di skena musik independen Indonesia, dua lagu tersebut tidak hanya memperlihatkan karakter musikal Zannetive yang memadukan distorsi agresif dengan melodi yang manis, tetapi juga menghadirkan narasi yang dekat dengan realitas kehidupan generasi muda hari ini.

Lewat pendekatan lirik yang jujur dan emosional, Zannetive mencoba menerjemahkan keresahan sosial, hubungan pertemanan, hingga perjuangan bertahan di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks.


“KICK BACK”: Suara Generasi yang Menolak Menyerah

Single pertama dalam paket rilisan ini, “KICK BACK”, mengangkat realitas yang banyak dialami generasi muda saat ini, khususnya fenomena generasi sandwich.

Lagu ini berbicara tentang mereka yang harus memikul tanggung jawab ekonomi keluarga, menghadapi tekanan sosial, serta berusaha membangun masa depan di tengah berbagai keterbatasan.

Simbol Perlawanan dan Titik Balik

Melalui lirik yang lugas dan energi musik yang eksplosif, “KICK BACK” hadir sebagai simbol perlawanan terhadap keadaan yang menekan.

Lagu ini menjadi representasi suara anak muda yang lelah, tetapi tetap memilih untuk bertahan dan melanjutkan perjuangan.

Di tengah situasi yang sering kali terasa tidak adil, Zannetive mencoba menghadirkan pesan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.


“Begitulah Seharusnya”: Ruang Refleksi di Tengah Dunia yang Bising

Jika “KICK BACK” hadir dengan semangat perlawanan, maka “Begitulah Seharusnya” menawarkan sisi yang lebih reflektif.

Lagu ini berbicara tentang berbagai hal yang sering dirasakan banyak orang namun jarang diungkapkan secara langsung.

Tentang Kesepian, Harapan, dan Koneksi Manusia

Melalui lirik yang sederhana namun emosional, lagu ini menyentuh tema kesepian, harapan, serta keinginan manusia untuk tetap terhubung satu sama lain di tengah dunia yang semakin ramai namun terasa semakin jauh.

Aransemen yang lebih melankolis diperkaya oleh solo gitar yang berfungsi sebagai jeda reflektif, memberikan ruang bagi pendengar untuk mencerna setiap emosi yang dibangun sepanjang lagu.

Bagi Zannetive, “Begitulah Seharusnya” bukan hanya sebuah lagu, tetapi sebuah teman yang hadir menemani mereka yang sedang mencari makna di tengah berbagai kebisingan kehidupan.


Zannetive: Lahir dari Playlist yang Plural dan Kejujuran Bermusik

Zannetive merupakan band alternative rock asal Magelang yang lahir dari beragam referensi musik para personelnya.

Alih-alih membatasi diri pada satu pengaruh tertentu, mereka justru tumbuh dari daftar putar yang sangat plural, menghasilkan karakter musik yang dinamis dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan eksplorasi.

Bagi Zannetive, musik menjadi medium untuk merespons berbagai isu, pengalaman hidup, dan perasaan secara jujur tanpa dibuat-buat.

Zannetive menghadirkan warna alternative rock yang menggabungkan energi distorsi agresif dengan melodi yang tetap mudah diterima oleh pendengar lintas genre.


Diproduksi Bersama Nama-Nama Berpengalaman

Dalam proses produksinya, Zannetive menggandeng sejumlah sosok yang telah dikenal di skena musik independen.

Seluruh instrumen direkam di Watchtower Records Yogyakarta dengan Bable Sagala sebagai operator rekaman.

Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Febrianto Prima (The Jeblogs) yang membantu menghadirkan keseimbangan antara karakter rock yang agresif dan nuansa melodis yang menjadi identitas Zannetive.

Untuk urusan distribusi, rilisan ini mendapat dukungan dari Zidane Alfananda (Lapiez Legiet) melalui I-Five Record, sehingga karya mereka dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital.


Menginvasi Panggung-Panggung Magelang

Tidak hanya aktif merilis karya, Zannetive juga mulai membangun reputasi mereka melalui berbagai penampilan langsung di kota asalnya.

Salah satu penampilan penting mereka terjadi dalam ajang LASFEST, di mana mereka berbagi panggung dengan sejumlah musisi dan band ternama, termasuk Los Pakualamos dari Yogyakarta.

Penampilan tersebut menjadi titik awal bagi Zannetive untuk memperkenalkan karakter musik mereka kepada publik yang lebih luas.

Dengan energi panggung yang kuat, lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta pendekatan musikal yang segar, Zannetive mulai menjadi salah satu nama baru yang menarik perhatian dalam perkembangan skena musik Magelang.


Awal Perjalanan yang Menjanjikan

“KICK BACK // BEGITULAH SEHARUSNYA” bukan sekadar debut rilisan bagi Zannetive.

Double single ini menjadi fondasi yang memperlihatkan arah musikal mereka ke depan: musik rock yang emosional, relevan, dan mampu berbicara langsung kepada generasi muda yang sedang berjuang menghadapi realitas hidup.

Melalui dua lagu yang saling melengkapi tersebut, Zannetive menunjukkan bahwa mereka tidak hanya ingin membuat musik yang enak didengar, tetapi juga karya yang mampu menjadi teman, pengingat, sekaligus penyemangat bagi pendengarnya.


Tentang Zannetive

Zannetive adalah band alternative rock asal Magelang, Jawa Tengah, yang terbentuk dari beragam referensi musik dan semangat untuk merespons isu sosial maupun perasaan personal secara jujur.

Menggabungkan distorsi agresif, melodi yang manis, dan lirik yang emosional, Zannetive menghadirkan warna baru dalam lanskap musik alternatif di Magelang.

Band ini diperkuat oleh:

  • Ardiwa Dzuh — Vokal
  • Ernest Zafi — Gitar
  • Aditya Maulana — Gitar
  • Muhammad Iqbal — Bass
  • Alvito Indra — Drum

Pada Februari 2026, mereka merilis double single perdana bertajuk “KICK BACK // BEGITULAH SEHARUSNYA” sebagai langkah awal perjalanan mereka di industri musik independen Indonesia.


Media Sosial & Streaming

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *